SULAWESI UTARA — LPDP kembali menghadirkan alternatif pendanaan studi bagi calon mahasiswa magister melalui skema co-funding atau pendanaan bersama. Berbeda dengan beasiswa reguler yang menanggung seluruh biaya, skema ini membagi komponen pembiayaan antara lembaga dan penerima beasiswa. Pembagiannya bisa berupa LPDP membayar biaya pendidikan sementara peserta membayar biaya hidup, atau sebaliknya.
Skema ini disebut memiliki persaingan yang lebih longgar dibandingkan program reguler. Pendaftaran telah dibuka sejak 29 Mei hingga 31 Juni 2026.
LPDP menyediakan tiga pilihan program studi dengan skema co-funding pada periode ini. Masing-masing program memiliki durasi, lokasi kuliah, dan kewajiban pasca-studi yang berbeda.
Skema co-funding menjadi opsi strategis bagi profesional muda yang ingin melanjutkan studi tanpa harus menunggu beasiswa penuh. Dengan pembagian biaya, peserta bisa memilih program yang lebih fleksibel secara finansial. Program-program ini juga dirancang dengan kewajiban kontribusi ke Indonesia, yang secara langsung membuka jalur karier di sektor-sektor spesifik seperti metalurgi dan diplomasi internasional.
Kehadiran program King's College London di Malang juga menandai tren baru: universitas asing membuka kampus di Indonesia. Ini memangkas biaya hidup dan memudahkan akses bagi mahasiswa dalam negeri.
Pendaftaran ditutup pada 31 Juni 2026. Peserta diwajibkan mencatat linimasa seleksi yang akan diumumkan lebih lanjut oleh LPDP melalui kanal resmi. Informasi lengkap dapat diakses melalui akun Instagram @lpdp_ri atau website resmi LPDP.
Pastikan dokumen seperti transkrip nilai, sertifikat bahasa Inggris, dan surat rekomendasi telah disiapkan sebelum pendaftaran ditutup.
Calon pendaftar disarankan untuk mempelajari detail masing-masing program, terutama perbedaan biaya yang ditanggung sendiri dan yang ditanggung LPDP. Untuk program GEM, kewajiban kontribusi dan peluang karier di sektor metalurgi bisa menjadi pertimbangan utama. Sementara program Georgetown dan King's College London lebih cocok bagi mereka yang ingin memperluas jaringan global tanpa meninggalkan Indonesia sepenuhnya.
LPDP mengingatkan bahwa persaingan di skema co-funding lebih longgar, namun tetap membutuhkan persiapan matang. Jangan sampai melewatkan batas akhir pendaftaran.