SULAWESI UTARA — Kabar baik bagi pengguna BBM nonsubsidi. Mulai pukul 00.00 WIB, Pertamina Patra Niaga memberlakukan harga baru untuk sejumlah produk. Pertamax menjadi satu-satunya varian yang masih bertahan di level sebelumnya.
Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamina Dex. Harganya anjlok Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150. Dexlite juga dipangkas Rp3.300, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.
Pertamax Turbo mengalami penyesuaian harga. Produk beroktan tinggi itu turun Rp1.450 per liter menjadi Rp19.300, setara penurunan 7 persen dari harga sebelumnya Rp20.750.
Tak hanya untuk kendaraan darat, harga avtur penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta juga dipangkas. Per Juli 2026, harga avtur (sebelum pajak) menjadi Rp19.190 per liter, menyusut Rp3.000 dari posisi Juni lalu yang sebesar Rp22.190.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan langkah ini merupakan hasil evaluasi berkala. Penyesuaian harga mengacu pada pergerakan harga minyak dunia dan regulasi yang berlaku.
“Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada harga yang kompetitif. Kualitas produk juga dipastikan sesuai spesifikasi. “Sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” tutupnya.
Penurunan harga ini diharapkan meringankan beban operasional pengguna kendaraan bermotor dan sektor transportasi. Sektor angkutan logistik yang mengandalkan solar jenis Dexlite dan Pertamina Dex menjadi salah satu penerima manfaat utama.