MANADO — Rilis token pembukaan TKA hari pertama gelombang pertama dipusatkan di SMA Negeri 7 Manado, Senin (26/10/2026). Asisten I Pemda Sulut Denny Mangala mewakili Gubernur Yulius Selvanus merilis token tersebut, didampingi sejumlah pejabat dinas pendidikan dan Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
Peserta terdiri dari 18.334 siswa SMA, 10.598 siswa SMK, dan 13 siswa SLB. Totalnya 28.915 siswa dari 407 sekolah yang tersebar di seluruh Sulawesi Utara.
Denny Mangala menyebut kesiapan satuan pendidikan tahun ini tergolong matang. Sekolah telah menjalankan bimbingan belajar, tryout, serta penguatan materi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran pilihan.
"Jadi cukup lama dan baik persiapannya," ujar Denny kepada jurnalis usai acara rilis token.
Rilis token diikuti secara daring oleh seluruh kepala cabang dinas dan 407 kepala sekolah SMA/SMK/SLB terdaftar. Hadir pula Koordinator Staf Khusus Gubernur Ferdinand Mewengkang, Staf Khusus Gubernur Bidang Pendidikan Grevo Gerung, Kepala BPMP Febry Dien, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Jahya Rondunuwu, dan Kepala SMA Negeri 7 Manado Willem Rawung.
Pemprov Sulut menempatkan TKA sebagai instrumen strategis untuk memotret mutu pendidikan. Gubernur Yulius Selvanus, dalam sambutan yang dikutip Mangala, menegaskan hasil TKA harus jadi dasar perbaikan pembelajaran di kelas, bukan angka administratif semata.
"TKA ini adalah cermin objektif. Jika hasilnya belum optimal, maka harus ada intervensi kebijakan yang langsung menyasar penguatan literasi dan numerasi siswa. Jangan ada lagi pembelajaran yang berhenti pada formalitas saja," tegas Gubernur seperti dikutip Mangala.
Gubernur juga mengaitkan TKA dengan visi jangka panjang daerah, terutama menyongsong bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas SDM Sulut harus diukur dengan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
"TKA bukan sekadar ujian kenaikan kelas. Ini adalah alat ukur kesiapan generasi kita bersaing di tingkat nasional. Integritas dan kejujuran dalam pelaksanaan menjadi kunci utama," tambahnya.
Dinas Pendidikan Daerah Sulut menyiapkan langkah tindak lanjut pasca-TKA. Kepala Dinas Pendidikan Daerah Jahya Rondunuwu menyatakan hasil tes akan digunakan untuk memetakan kebutuhan pelatihan guru dan penguatannya.
"Hasil TKA akan kami gunakan untuk memetakan kebutuhan pelatihan guru dan penguatannya sehingga perbaikan benar-benar terjadi di ruang kelas," ujarnya.
Kepala BPMP Sulut Febry Dien memberi apresiasi atas kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Daerah dalam pelaksanaan TKA. Menurutnya, TKA yang digelar Kemendikdasmen serentak pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 penting untuk mengukur capaian kemampuan siswa kelas XII sekaligus menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri.
"Ini luar biasa, kolaborasi BPMP dan Dikda," kata Dien.
BPMP menyatakan siap memfasilitasi pemanfaatan data TKA untuk intervensi mutu yang lebih presisi. "Kami mendorong satuan pendidikan menjadikan TKA sebagai basis perencanaan, bukan sekadar laporan saja," ujarnya.
Staf Khusus Gubernur Bidang Pendidikan Grevo Gerung menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi, dinas pendidikan, BPMP, dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan menjadi prasyarat utama agar TKA berdampak langsung pada kapasitas guru dan siswa.
Guru Besar Unsrat itu berharap seluruh proses berjalan jujur, adil, dan akuntabel. Dengan begitu, TKA benar-benar menjadi fondasi penguatan mutu pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.
Kepala SMA Negeri 7 Manado Willem Rawung bersyukur rilis token di sekolahnya berjalan lancar. Sekolah yang menjadi tuan rumah memiliki sekitar 400 siswa kelas XII.
Pada hari pertama TKA, sejumlah sekolah tidak dapat mengikuti tes karena gangguan server internet dari pusat. Sekolah yang batal ikut akan mengikuti jadwal susulan yang disiapkan panitia.
Gangguan itu tidak mengubah rentang pelaksanaan TKA yang tetap berlangsung hingga 8 November 2026. Pemprov meminta seluruh satuan pendidikan menjaga integritas pelaksanaan selama dua gelombang berjalan.