MANADO — Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara Febry Dien menyatakan optimistis pelaksanaan TKA jenjang SMA dan SMK di wilayahnya berjalan lancar. Keyakinan itu disampaikan di Manado, Sabtu (24/10/2026), usai serangkaian rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Daerah dan dinas pendidikan di 15 kabupaten/kota.
BPMP merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di tingkat provinsi. Lembaga ini menjadi penanggung jawab mutu pendidikan di daerah, termasuk kesiapan satuan pendidikan menghadapi TKA.
"Kami optimistis pelaksanaan TKA di Sulut akan lancar," kata Febry Dien kepada wartawan.
Peringkat 32 Nasional Jadi Tolok Ukur Pembenahan
Pada TKA 2025, rata-rata nilai satuan pendidikan SMA dan SMK Sulut berada di urutan 32 dari 38 provinsi. Posisi itu menjadi dasar evaluasi yang dilakukan BPMP bersama Dinas Pendidikan Daerah dalam beberapa rapat persiapan.
"Karena persiapannya cukup lama, saya optimistis nilai TKA siswa SMA dan SMK tahun ini akan lebih baik dari tahun 2025. Tahun ini harus lebih baik lagi, nilai TKA di atas urutan 32," ujar Febry Dien.
Evaluasi diarahkan pada pemetaan penyebab rendahnya nilai. Menurut Febry Dien, hasil pemetaan itu menjadi dasar pembenahan sebelum pelaksanaan TKA 2026.
Ia menyoroti empat faktor penentu: kesiapan siswa, kualitas guru, sarana dan prasarana penunjang, serta dukungan media massa dan pers. Keempatnya disebut menjadi perhatian penting dalam persiapan.
Dikda Pastikan 409 Sekolah Sudah Gladi Bersih
Pelaksana Harian Sekretaris Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Bravo Turangan, mengatakan laporan sekolah-sekolah menunjukkan 409 SMA dan SMK siap mengikuti TKA. Gladi bersih disebut sudah dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan.
"Sudah ada gladi bersih, jadi pasti siap semua," kata Bravo Turangan, Sabtu (24/10/2026).
Dari jumlah siswa kelas XII yang ada, sebanyak 96 persen atau 28.902 siswa mendaftar TKA. Sisanya tidak ikut dengan sejumlah alasan, antara lain karena tidak akan melanjutkan kuliah.
"Tapi kami sudah mendorong mereka ikut karena TKA itu penting meski tidak wajib," ujarnya.
Siswa Prakerin Ditarik, SMK Terapkan Dua Gelombang
Persoalan siswa SMK yang sedang menjalani Praktek Kerja Industri menjadi perhatian tersendiri. Bravo Turangan memastikan mereka tetap bisa mengikuti TKA, baik di sekolah dekat lokasi prakerin maupun ditarik kembali ke sekolah asal.
"Kami pastikan siswa SMK bisa ikut TKA semua," katanya.
Di SMK Negeri 1 Manado, sekitar 482 siswa kelas XII yang mengikuti Prakerin sudah ditarik agar fokus pada TKA. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Decky Mononimbar menyebut pelaksanaan akan dibagi dua gelombang karena jumlah peserta besar, dengan pemanfaatan sesi harian.
Langkah serupa diambil SMK Negeri 3 Lembeh, Kota Bitung. Sebanyak 82 siswa ditarik dari Prakerin. "Sudah siap 100 persen siswanya," kata Kepala SMK Negeri 3 Lembeh Bitung, Jessy Pinontoan.
Ada Siswa yang Tetap Menolak Ikut Meski Sudah Didorong
Kepala SMA Negeri 3 Manado, Deltje Lendo, menyebut 18 dari 330 siswa kelas XII tidak mendaftar TKA. Alasan mereka tidak akan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
"Jadi ada 18 siswa yang tidak ikut dari 330 siswa kelas XII, yang ikut 312 siswa," ujarnya. Pihak sekolah mengaku sudah mendorong mereka ikut, tetapi tetap tidak bersedia.
Berbeda di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kepala SMA Negeri 1 Tombatu, Verry Wanta, memastikan seluruh 150 siswa kelas XII akan mengikuti TKA, dengan kesiapan siswa, komputer, dan jaringan internet yang sudah diperiksa.
DPRD Sulut Akan Awasi Pelaksanaan di Lapangan
Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Sulut, Louis Schramm, meminta Dinas Pendidikan Daerah dan satuan pendidikan mendorong siswa mengikuti TKA dan menyelesaikan soal dengan baik.
"Sebagai wakil rakyat, kami optimistis pelaksanaan TKA lancar dan sukses," kata Louis Schramm, yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut.
DPRD tetap akan mengawasi pelaksanaan TKA di lapangan karena hasilnya menjadi ukuran keberhasilan pendidikan di daerah. Pengawasan diarahkan pada kelancaran teknis maupun kesiapan peserta di tiap sekolah.