SULAWESI UTARA — Kegiatan bertajuk "Ngobrol Santai Bareng Komunitas Otomotif" digelar di Jakarta pekan ini. Pertamina Patra Niaga tidak hanya memberikan informasi teknis, tetapi juga membuka dialog langsung dengan para pengguna setia produknya.
VP Marketing Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengatakan forum ini menjadi ajang memperkuat kedekatan dengan konsumen. "Kami ingin terus hadir dan mendengar masukan langsung dari komunitas yang selama ini aktif menggunakan produk dan layanan Pertamina," ujarnya dalam siaran resmi.
Edukasi Soal RON hingga Aplikasi MyPertamina
Dalam sesi diskusi, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan bahan bakar dengan angka oktan (RON) yang tepat sesuai kompresi mesin kendaraan. Tak hanya itu, mereka juga diajak memahami pentingnya pelumas berkualitas untuk menjaga performa dan umur mesin.
Informasi lain yang dibahas mencakup efisiensi energi serta manfaat aplikasi MyPertamina. Pertamina Patra Niaga juga memperkenalkan berbagai peningkatan layanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dinilai lebih nyaman bagi konsumen.
Hadir sebagai narasumber, pakar otomotif Rifat Sungkar menekankan peran strategis komunitas. "Teman-teman dari komunitas adalah agent of change yang terbaik. Mereka pelaku langsung, bisa memberi masukan, dan merasakan sendiri produk yang mereka pakai," kata Rifat.
Pakar Ekonomi Soroti Ketahanan Energi Nasional
Pakar ekonomi Komaidi Notonegoro turut memberikan perspektif soal subsidi BBM dan ketahanan energi nasional. Ia mengingatkan pentingnya penggunaan energi yang tepat sasaran agar subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menambahkan bahwa edukasi ini adalah tanggung jawab bersama. "Kami mengajak masyarakat dan komunitas otomotif untuk berkolaborasi menyebarkan pemahaman soal penggunaan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan pentingnya produk berkualitas," ujar Roberth.
Lewat pendekatan komunitas, Pertamina berharap kesadaran masyarakat terhadap penggunaan energi yang lebih bijak bisa terus meningkat. Langkah ini dinilai lebih efektif karena pesan disampaikan oleh dan untuk sesama pengguna kendaraan.