SULAWESI UTARA — Kesepakatan itu dimatangkan dalam pertemuan antara Sekretaris Jenderal PP. ICF Jadi Rajagukguk bersama jajaran pengurus daerah Kalimantan Timur dengan Kepala Otorita IKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, ICF mengusulkan pembangunan empat jenis venue utama: BMX Racing, BMX Freestyle Arena, Mountain Bike (MTB) Track, dan lintasan balap jalan raya.
Empat Venue yang Diusulkan untuk Kelas Dunia
Menurut Sekjen PP. ICF Jadi Rajagukguk, fasilitas tersebut dirancang untuk memenuhi standar internasional sehingga IKN bisa menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi. "Jika pembangunan ini dapat direalisasikan pada tahun mendatang, IKN memiliki potensi raksasa untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Kalimantan Timur dinilai sebagai lokasi strategis karena berada di episentrum pembangunan ibu kota baru. Selain memangkas biaya logistik, kawasan ini dinilai memiliki daya tarik bagi wisatawan olahraga dari Asia Tenggara.
Target Event Akbar dan Dampak Ekonomi
PP. ICF telah menyiapkan sederet agenda internasional yang akan digelar di IKN jika infrastruktur rampung. Kehadiran venue kelas dunia diyakini akan membawa efek domino bagi perekonomian lokal, mulai dari kunjungan wisatawan, delegasi internasional, hingga investasi di sektor pariwisata dan akomodasi.
Pembangunan ini juga diharapkan memberdayakan masyarakat sekitar melalui keterlibatan dalam ekosistem industri olahraga dan ekonomi kreatif. "Proyek ini tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat citra IKN sebagai destinasi sport tourism," kata Jadi Rajagukguk.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi organisasi ICF untuk membangun sistem pembinaan atlet yang profesional dan modern. Kolaborasi antara pengurus pusat, pengurus daerah, dan pemerintah diharapkan mempercepat realisasi pusat pelatihan sepeda pertama di Indonesia yang setara standar dunia.
Hingga berita ini diturunkan, Otorita IKN belum merinci skema pendanaan dan jadwal konstruksi. Namun, optimisme tinggi disampaikan oleh pihak ICF bahwa proyek ini bisa mulai berjalan pada tahun depan.