SULAWESI UTARA — Dasco mengakui bahwa secara fundamental, saham-saham BUMN sebenarnya dalam kondisi sehat. Namun, faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global ikut menekan pergerakan harga di bursa. "Pagi ini kita berkumpul untuk koordinasi, terutama kita akan berdiskusi banyak soal saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus, tetapi kemudian dengan situasi pasar global yang berdampak," ujar Dasco dalam pengantarnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta para pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BUMN sektor keuangan lainnya. Mereka membahas secara khusus kondisi terkini emiten-emiten pelat merah yang sahamnya terpantau tertekan.
Buyback Disiapkan sebagai Jurus Penyangga
Salah satu hasil diskusi yang paling krusial adalah rencana aksi korporasi buyback. Dasco menilai momen ini tepat bagi BUMN untuk kembali membeli saham mereka di pasar. Langkah ini dinilai efektif untuk menopang harga saham sekaligus mengirim sinyal positif ke investor bahwa manajemen percaya diri dengan prospek perusahaan ke depan.
"Kita sudah saatnya berdiskusi bagaimana kemudian pada kesempatan yang tepat kita kembali melakukan buyback atau membeli kembali saham," tegas Dasco. Rencana ini akan dimatangkan lebih lanjut dengan mempertimbangkan likuiditas dan kondisi pasar yang paling menguntungkan.
Koordinasi Tiga Pilar untuk Jaga Kepercayaan Pasar
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi antara DPR, pemerintah, dan pelaku industri keuangan negara. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan BUMN di tengah ketidakpastian global. Dengan buyback yang direncanakan, diharapkan tekanan jual (selling pressure) terhadap saham-saham BUMN bisa segera teredam.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa negara tidak tinggal diam melihat nilai aset BUMN tergerus. Keputusan final mengenai skema dan waktu pelaksanaan buyback akan diumumkan setelah melalui pembahasan teknis lebih lanjut antara Danantara dan jajaran direksi BUMN terkait.