SULAWESI UTARA — Kinerja operasional PGN di awal 2026 menunjukkan tren solid. Volume distribusi gas bumi yang mencapai 777 BBTUD dan transmisi 1.539 MMSCFD menjadi bukti bahwa infrastruktur yang dimiliki perseroan berjalan optimal di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga keandalan seluruh aset yang telah dibangun.
"Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang," ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).
Aset Raksasa dan Konektivitas Nasional
Hingga saat ini, PGN mengelola platform infrastruktur gas bumi hilir terintegrasi yang masif. Total aset perseroan mencapai sekitar USD6,2 miliar, dengan jaringan pipa yang membentang lebih dari 33.000 kilometer. Basis pelanggan PGN pun telah menembus angka 825 ribu di seluruh Indonesia.
Untuk memperkuat konektivitas energi, PGN melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), dipercaya mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap II. Proyek strategis ini diproyeksikan meningkatkan keandalan pasokan dan fleksibilitas penyaluran gas dari berbagai sumber menuju pusat-pusat industri di Jawa bagian barat.
Fundamental Keuangan Kokoh, Dividen 80%
Ekspansi operasional PGN ditopang oleh struktur keuangan yang sehat. Per akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) berada di level sekitar 29%. Posisi kas dan setara kas tercatat sebesar USD1,36 miliar, sementara rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 21 kali.
Angka-angka ini mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mendukung operasional maupun investasi jangka panjang.
Bagi investor, ada kabar baik. Manajemen PGN memutuskan mempertahankan rasio pembayaran dividen sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025. Komitmen ini menjadi sinyal bahwa perseroan tidak hanya fokus pada ekspansi, tetapi juga memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
Optimisme Menangkap Pertumbuhan Energi Domestik
Fajriyah optimistis kombinasi kekuatan pasar, infrastruktur siap pakai, dan fundamental keuangan yang kokoh akan membuat PGN mampu menangkap potensi pertumbuhan konsumsi energi domestik.
"Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut," tutup Fajriyah.