MANOKWARI — Kontingen Sulawesi Utara menjadi provinsi pertama yang tiba di Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV. Sebanyak 55 peserta dari kategori anak dan remaja sudah berada di lokasi sejak Senin (15/6), sementara kontingen dewasa akan menyusul secara bertahap pada 17, 19, dan 20 Juni 2026.
Provinsi berjuluk "Bumi Nyiur Melambai" ini mengirimkan total 271 peserta yang akan bersaing dengan kontingen dari 37 provinsi lain. Target yang dibawa bukan main-main: juara umum.
Modal dari Peringkat Lima Besar di Yogyakarta
Ketua III Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (LP2SG) Sulawesi Utara, Steven Maid, mengatakan capaian di Pesparawi Nasional XIII menjadi modal berharga. "Kami masuk lima besar waktu Pesparawi Nasional XIII yang diselenggarakan di Yogyakarta, sehingga tahun ini kami targetkan meraih juara umum," kata Steven di Manokwari, Senin.
Kontingen anak remaja Sulawesi Utara akan turun di satu kategori paduan suara anak dan empat kategori vokal solo. Sementara kontingen dewasa akan mengikuti lomba di kategori yang belum dirinci panitia.
Delapan Provinsi Lain Susul, Ada yang Sewa Pesawat
Wakil Ketua II Panitia Pesparawi Nasional XIV, Richard Alfons, mengonfirmasi bahwa Sulawesi Utara menjadi kontingen pertama yang tiba. Delapan provinsi lain dijadwalkan tiba pada Selasa (16/6), termasuk Aceh, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Timur.
Panitia terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelancaran penerbangan reguler ke Manokwari. Namun, beberapa provinsi memilih jalur berbeda. "Kalau Maluku dan Maluku Utara pakai pesawat sewaan," kata Alfons.
Pesparawi Nasional XIV: Ajang Bergengsi Umat Kristen di Indonesia
Pesparawi Nasional XIV berlangsung di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, sejak 18 hingga 28 Juni 2026. Ajang ini menjadi pertemuan paduan suara gerejawi terbesar di Indonesia, diikuti oleh kontingen dari seluruh provinsi. Bagi Sulawesi Utara, yang dikenal dengan tradisi musik gereja yang kuat, gelar juara umum bukan sekadar target, melainkan harga diri daerah.
Dengan kedatangan lebih awal, kontingen Sulawesi Utara punya waktu lebih untuk beradaptasi dengan cuaca dan venue di Manokwari. Langkah ini menunjukkan keseriusan mereka untuk membawa pulang trofi utama ke Manado.