Pencarian

Kolaborasi Alfamidi, Bank Sampah, dan Kelompok Perempuan Likupang Tanam 1.000 Mangrove untuk Jaga Pesisir dan Ekonomi Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 • 20:41:31 WIB
Kolaborasi Alfamidi, Bank Sampah, dan Kelompok Perempuan Likupang Tanam 1.000 Mangrove untuk Jaga Pesisir dan Ekonomi Warga
Penanaman 1.000 bibit mangrove di Likupang sebagai upaya pelestarian pesisir dan pemberdayaan ekonomi warga.

MANADO — Program ini bukan sekadar seremoni penghijauan. Penanggung jawab Bank Sampah Induk Likupang, Yudith Rondonuwu, menegaskan bahwa bibit mangrove yang ditanam akan terus dipantau oleh komunitas lingkungan setempat. Tujuannya, memastikan setiap pohon tumbuh optimal sehingga manfaat ekologis dan ekonominya benar-benar dirasakan warga pesisir.

Mangrove sebagai Sumber Ekonomi, Bukan Sekadar Pelindung Pantai

Yudith menjelaskan, mangrove yang ditanam merupakan jenis bakau lokal dari genus Rhizophora, yang banyak tumbuh di pesisir Likupang. Selain menahan abrasi, akar dan daun mangrove menghasilkan oksigen serta menjadi habitat biota laut dan burung. "Hal ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi warga pesisir," ujarnya di Manado, Jumat.

Dengan kata lain, ekosistem mangrove yang sehat bisa menarik wisatawan atau menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting yang bernilai jual. Masyarakat tidak hanya mendapatkan perlindungan dari gelombang laut, tetapi juga peluang usaha baru.

Mengapa Retail Modern Peduli Sampah dan Mangrove?

Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menyebut kolaborasi ini merupakan bagian dari program Kampung Merdeka Alfamidi. Program tersebut menjadikan desa sebagai percontohan pengelolaan sampah plastik dan penghijauan. "Tentunya kami harus melakukan secara bersama-sama, karena merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama," katanya.

Retail modern ini konsisten menggelar program yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Yudith mengapresiasi komitmen Alfamidi yang tidak hanya menanam, tetapi juga mendukung ekosistem bank sampah dan kelompok perempuan di Likupang. "Kami sangat beruntung bermitra dengan retail tersebut," ujarnya.

Dampak Langsung ke Warga Pesisir Likupang

Program ini menyasar dua persoalan sekaligus: kerusakan lingkungan pesisir akibat abrasi dan keterbatasan ekonomi warga. Dengan adanya KUEP Sarawet yang terlibat, perempuan pesisir mendapatkan peran aktif dalam menjaga bibit mangrove dan mengelola potensi ekonominya. Skema kolaborasi ini diharapkan bisa direplikasi di desa-desa pesisir lain di Minahasa Utara.

Bagi warga Likupang, mangrove yang tumbuh subur berarti garis pantai lebih aman dari abrasi, biota laut kembali pulih, dan ada alternatif pendapatan dari hasil hutan mangrove atau ekowisata. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta, komunitas lingkungan, dan kelompok perempuan bisa bersinergi tanpa harus menunggu anggaran pemerintah daerah.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks