SULAWESI UTARA — Kapolsek Talegong IPTU A. Nurul Fatah memimpin langsung proses pendampingan di Gudang Perum Bulog Mandala, Jalan Jenderal Sudirman No. 08, Garut Kota. Menurutnya, kehadiran aparat bukan sekadar mengawasi, melainkan memastikan setiap tahapan program ketahanan pangan berjalan mulus—dari proses budidaya di sawah hingga jagung benar-benar masuk ke silo Bulog.
"Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung setiap tahapan program ketahanan pangan, mulai dari proses budidaya hingga penyerapan hasil panen," ujar IPTU A. Nurul Fatah saat ditemui awak media.
Sebelum diterima, 4 ton jagung dari Kampung Garuda Ngupuk, Desa Selaawi, itu diperiksa ketat oleh petugas Bulog. Hanya setelah dinyatakan lolos standar kualitas, hasil panen resmi dicatat sebagai bagian dari stok pangan nasional.
Petani Dapat Kepastian, Stok Pangan Nasional Terisi
Bagi Kelompok Tani Mukti Tani, penyerapan ini bukan sekadar transaksi jual-beli. Mereka mendapat kepastian bahwa hasil panen tidak akan terbuang atau jatuh ke tengkulak dengan harga tidak wajar. Di sisi lain, Bulog mendapatkan pasokan segar untuk memperkuat buffer stock jagung nasional—komoditas strategis yang permintaannya terus meningkat seiring program pakan ternak dan industri pangan.
Sinergi tiga pihak—Polri, Perum Bulog, dan kelompok tani—menjadi kunci. Kapolsek berharap pola pendampingan seperti ini bisa direplikasi di kecamatan lain di Garut, yang dikenal sebagai salah satu lumbung jagung Jawa Barat.
"Harapannya, para petani semakin semangat meningkatkan produktivitas pertanian demi mewujudkan swasembada pangan nasional," tambah IPTU A. Nurul Fatah.
Garut Jadi Barometer Swasembada Jagung
Kabupaten Garut selama ini menjadi salah satu sentra produksi jagung di Jawa Barat. Dengan adanya pengawalan dari aparat dan jaminan serap Bulog, risiko fluktuasi harga saat panen raya bisa ditekan. Program ini juga selaras dengan target pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim yang kerap mengganggu siklus tanam.
Ke depan, koordinasi antara TNI/Polri, Bulog, dan dinas pertanian daerah diharapkan terus berlanjut—bukan hanya saat panen raya, tetapi juga pada masa tanam dan distribusi. Sebab, ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan produksi tinggi; kepastian pasar dan logistik yang rapi adalah syarat mutlak.