Pencarian

Pemkab Minahasa Selatan Luncurkan Gerakan 'Ayah Terima Rapor' untuk Perkuat Peran Psikologis Orang Tua di Akhir Tahun Ajaran 2025/2026

Kamis, 25 Juni 2026 • 22:53:01 WIB
Pemkab Minahasa Selatan Luncurkan Gerakan 'Ayah Terima Rapor' untuk Perkuat Peran Psikologis Orang Tua di Akhir Tahun Ajaran 2025/2026
Pemkab Minahasa Selatan resmi meluncurkan gerakan "Ayah Terima Rapor" pada akhir Tahun Ajaran 2025/2026.

MINAHASA SELATAN — Pemkab Minahasa Selatan resmi meluncurkan gerakan "Ayah Terima Rapor" sebagai bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) pada akhir Tahun Ajaran 2025/2026. Program ini mendorong para ayah untuk datang langsung ke sekolah mengambil rapor anak, bukan sekadar menitipkan pada ibu atau anggota keluarga lain.

Mengapa Ayah yang Harus Datang Ambil Rapor?

Pemkab Minsel menilai bahwa selama ini keterlibatan ayah dalam urusan akademik anak masih minim. Banyak ayah yang menyerahkan sepenuhnya urusan sekolah pada istri, padahal peran psikologis ayah sama pentingnya dalam membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar anak.

Gerakan ini ingin menggeser kebiasaan lama. Dengan hadir langsung saat penerimaan rapor, ayah bisa berdialog dengan wali kelas, memahami perkembangan anak, dan menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu.

Apa yang Berbeda dari Program Sebelumnya?

Berbeda dengan program parenting pada umumnya yang hanya bersifat seminar atau penyuluhan, "Ayah Terima Rapor" adalah aksi nyata. Tidak ada sertifikat atau pelatihan khusus — yang diharapkan adalah perubahan perilaku: ayhad datang, bertanya, dan terlibat.

Gerakan ini juga terintegrasi dengan GATI, sebuah inisiatif nasional yang mendorong keteladanan ayah dalam keluarga. Pemkab Minsel menjadi salah satu daerah pertama di Sulawesi Utara yang mengadopsi program ini secara resmi melalui dinas pendidikan setempat.

Dampak Psikologis yang Diharapkan pada Anak

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Selatan menyebut bahwa kehadiran ayah saat penerimaan rapor memberikan sinyal positif pada anak. Anak merasa dihargai dan didukung penuh oleh kedua orang tuanya, bukan hanya ibu.

Dalam jangka panjang, keterlibatan ayah dalam pendidikan dikaitkan dengan penurunan tingkat stres pada anak, peningkatan prestasi akademik, serta penguatan ikatan emosional antara ayah dan anak. Program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan setiap akhir tahun ajaran.

Respons Masyarakat dan Langkah Selanjutnya

Sejumlah sekolah di Minahasa Selatan menyambut positif gerakan ini. Beberapa guru melaporkan antusiasme ayah yang mulai bertanya tentang jadwal penerimaan rapor dan bersedia hadir. Pemkab Minsel berencana mengevaluasi tingkat partisipasi ayah pada akhir semester mendatang dan menjadikannya indikator keterlibatan orang tua di sekolah.

Jika berhasil, program ini akan diperluas ke jenjang pendidikan menengah dan menjadi model bagi daerah lain di Sulawesi Utara. Pemkab juga menggandeng tokoh agama dan komunitas untuk menyosialisasikan gerakan ini ke tingkat kampung dan kelurahan.

Bagikan
Sumber: manadopost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks