Pencarian

Review Brooks Ghost 18: Sepatu Lari Andal yang Mulai Tertinggal, Harga Rp 2,4 Juta

Jumat, 03 Juli 2026 • 17:36:02 WIB
Review Brooks Ghost 18: Sepatu Lari Andal yang Mulai Tertinggal, Harga Rp 2,4 Juta
Brooks Ghost 18 hadir dengan desain klasik dan pilihan warna beragam untuk pelari pemula.

SULAWESI UTARA — Brooks kembali merilis seri Ghost andalan mereka, Ghost 18, pada Juni 2026. Dengan harga USD 150 (sekitar Rp 2,4 juta) di Amerika Serikat dan GBP 135 di Inggris, sepatu ini mempertahankan DNA yang sudah dikenal penggemar setianya. Namun, di tengah persaingan pasar sepatu lari 2026 yang semakin ketat, Ghost 18 terasa seperti langkah aman yang kurang berani.

Spesifikasi dan Desain yang Familiar

Ghost 18 hadir dengan tinggi stack 36mm di tumit dan 26mm di forefoot, menghasilkan drop 10mm. Angka ini lebih tradisional jika dibandingkan kebanyakan daily trainer modern yang sudah menggunakan stack 40mm dengan drop 6-8mm. Bobotnya pun tergolong berat di 10,7 ons (sekitar 303 gram) untuk ukuran US 10 pria, sebagian besar karena lapisan karet outsole yang tebal.

Bagian upper menggunakan air mesh dua warna anyar dengan lidah flat knit berlapis bantalan empuk. Brooks mengklaim desain ini mengurangi risiko heel slippage. Tersedia 11 pilihan warna dan dua varian lebar, memberikan fleksibilitas bagi pengguna dengan bentuk kaki berbeda.

Hal yang Disukai: Daya Tahan dan Kenyamanan Harian

Keunggulan utama Ghost 18 ada pada outsole RoadTack yang tebal. Lapisan karet ini nyaris menutupi seluruh bagian bawah sepatu, menjanjikan grip dan durabilitas yang sulit ditandingi. Untuk pelari yang mengincar sepatu awet untuk latihan harian, ini nilai plus besar.

Dari segi kenyamanan, sepatu ini unggul untuk aktivitas non-lari. Uji coba menunjukkan Ghost 18 sangat nyaman digunakan seharian untuk berjalan kaki atau latihan di gym. Bantalan yang tidak terlalu empuk membuatnya stabil di atas treadmill atau lantai gym, berbeda dengan sepatu rockered yang kadang terasa goyang saat dipakai angkat beban.

Hal yang Kurang: Responsivitas dan Bobot Jadi Masalah

Midsole DNA Loft v3 berbasis EVA infused nitrogen memang memberikan bantalan yang seimbang—tidak terlalu empuk atau tidak stabil. Namun, saat kecepatan ditingkatkan, foam ini terasa kurang responsif. Uji coba lari 90 menit sejauh 12,5 mil menunjukkan Ghost 18 terasa berat dan kurang lincah saat pace dipercepat.

Ketebalan outsole juga menjadi pedang bermata dua. Selain menambah bobot, karet tebal ini "menumpulkan" sensasi dari midsole foam di bawahnya. Akibatnya, ground feel yang didapat kurang hidup dibandingkan pesaing seperti Asics Novablast 6 atau Nike Vomero Plus yang lebih ringan dan responsif.

Perbandingan Harga dan Kompetitor

Dengan harga yang sama dengan pendahulunya, Ghost 18 langsung bersaing dengan lini terbaik di kelasnya. Asics Novablast 6 menawarkan bantalan lebih empuk dan bobot lebih ringan untuk semua pace. Puma Deviate Pure Nitro dan Hoka Mach 7 menjadi opsi ringan dan serbaguna untuk variasi latihan.

Bagi yang tetap setia pada Brooks, Ghost 17 yang sudah turun harga menjadi USD 109 (sekitar Rp 1,8 juta) menawarkan nilai lebih baik dengan pengalaman lari yang nyaris identik. Brooks sendiri dikabarkan menyiapkan Ghost Amp dengan foam DNA Tuned yang lebih canggih, namun varian tersebut belum masuk ke lini utama Ghost 18.

Kesimpulan: Untuk Siapa Ghost 18?

Brooks Ghost 18 adalah sepatu lari yang andal, nyaman, dan tahan banting. Cocok untuk pelari pemula yang prioritas utamanya durabilitas dan kenyamanan harian, bukan kecepatan. Namun, untuk pengguna tech-savvy yang sudah paham spesifikasi dan mengincar performa lari optimal di tahun 2026, ada opsi lebih menarik dengan harga setara.

Jika Anda mencari daily trainer yang fungsional untuk jalan kaki dan gym, atau penggemar setia Ghost yang tidak mau pindah, seri ini tetap layak dipertimbangkan. Tapi untuk pelari yang ingin sensasi lebih responsif dan ringan, Ghost 17 yang lebih murah atau kompetitor seperti Novablast 6 adalah pilihan lebih cerdas.

Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks