Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta kepala daerah hadir langsung di lapangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pesan itu disampaikan saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Kamis. Menurut Gibran, kehadiran pimpinan dibutuhkan sebagai suntikan semangat bagi petugas dan agar kebutuhan di lapangan terpantau jelas.
BANJARBARU — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan kepala daerah tidak cukup hanya memantau dari belakang meja. Saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Kamis, ia menyebut kehadiran pimpinan di lapangan menjadi faktor penting agar penanganan karhutla berjalan efektif.
"Kehadiran pimpinan sangat dibutuhkan sebagai suntikan semangat petugas di lapangan," kata Gibran.
Menurutnya, dengan turun langsung, kepala daerah bisa mengetahui kebutuhan riil petugas. Evaluasi harian juga menjadi kunci agar kerja di lapangan tidak sia-sia.
Evaluasi Harian Dinilai Menentukan Efektivitas Penanganan
Gibran menyoroti pentingnya evaluasi rutin terhadap kinerja petugas. Tanpa evaluasi, kerja keras di lapangan berisiko tidak menghasilkan dampak yang diharapkan.
"Jangan sampai petugas di lapangan sudah bekerja keras namun ternyata hasilnya sendiri kurang efektif akibat tidak dievaluasi," jelasnya.
Ia memastikan pemerintah pusat mendukung penuh kebutuhan daerah. Bantuan akan dikirim secepatnya begitu ada permintaan dari daerah.
Titik Panas Berkurang, Kabut Asap Perlahan Hilang
Dari hasil evaluasi, penanggulangan karhutla di Kalimantan disebut sudah berjalan cukup optimal. Titik panas dan titik api berkurang, begitu pula dampak kabut asap yang perlahan menghilang.
Meski begitu, Gibran mengingatkan situasi belum sepenuhnya terkendali. Kemunculan titik api baru setiap hari tetap harus diwaspadai.
"Memang kondisinya belum terkendali sepenuhnya, kita juga perlu waspada kemunculan titip api baru setiap harinya," ujar Gibran.
Wapres Minta Maaf ke Warga Kalimantan soal Kondisi Udara
Dalam kesempatan itu, Gibran menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan. Kondisi udara di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih akibat karhutla.
"Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi, kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden," kata Gibran.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya melakukan penanganan terbaik sesuai arahan Presiden. Dukungan untuk daerah yang masih menghadapi karhutla akan terus disalurkan.