SULAWESI UTARA — Krakatau Steel tidak hanya merombak kursi direksi. Perusahaan yang bermarkas di Cilegon, Banten, ini juga melaporkan perbaikan fundamental bisnis yang signifikan. Pada paruh pertama tahun ini, perseroan membukukan pendapatan sebesar 622,7 juta dolar AS atau setara Rp11,15 triliun, dengan laba periode berjalan mencapai 10,9 juta dolar AS.
Kinerja Keuangan Membaik, Laba Bruto Naik Dua Kali Lipat
Perbaikan kinerja terlihat jelas dari sisi profitabilitas. Plt. Corporate Secretary Krakatau Steel, Rachman Hidayat, mengungkapkan laba bruto perseroan melonjak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Capaian ini mencerminkan perbaikan dan efisiensi perseroan," ujarnya dalam siaran resmi yang dikutip, Selasa (18/2/2026).
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh volume penjualan baja yang mencapai 614,26 ribu ton sepanjang Januari–Juni 2026. Angka ini tumbuh 30,6 persen secara tahunan, menunjukkan pulihnya permintaan pasar domestik maupun ekspor.
Peran Danantara dalam Kelancaran Produksi
Di balik perbaikan operasional itu, Krakatau Steel menyebut adanya dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara. Dana tersebut digunakan untuk memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan meningkatkan utilisasi produksi.
Struktur pendanaan yang lebih sehat pada semester I 2026 menjadi fondasi bagi perseroan untuk menggenjot kapasitas pabrik. Alhasil, perusahaan bisa merespons permintaan pasar dengan lebih cepat tanpa terkendala masalah likuiditas.
Susunan Pengurus Baru dan Target ke Depan
Adapun susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi Krakatau Steel hasil RUPSLB adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris: Hendro Martowardojo (Komisaris Utama), David Pajung (Komisaris Independen), Didik Hariyanto (Komisaris Independen), Setia Diarta (Komisaris), serta Adityo Haryo Bimo (Komisaris).
Direksi: Willgo Zainar (Direktur Utama), Thomas Christian (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), Hernowo (Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio), Suryantoro Waluyo (Direktur SDM), dan Sidik Darusulistyo (Direktur Infrastruktur dan Operasi).
Jajaran pengurus anyar ini mendapat mandat untuk melanjutkan agenda transformasi yang sudah berjalan. "Perseroan optimistis mampu melanjutkan transformasi, meningkatkan kinerja operasional, serta memperkuat daya saing perusahaan secara berkelanjutan," tegas Rachman.
Dengan perbaikan kinerja keuangan dan struktur kepemimpinan baru, Krakatau Steel optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri baja nasional. Pertumbuhan volume penjualan yang hampir sepertiga tersebut menjadi modal berharga untuk bersaing di tengah derasnya impor baja yang masih menjadi tantangan industri dalam negeri.