SULAWESI UTARA — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Belitung memiliki pondasi yang kokoh untuk menjadi contoh nasional implementasi kebijakan ini. Kekayaan alam, kreativitas masyarakat, dan semangat gotong-royong menjadi modal utama. Saat ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki 99 desa wisata, dengan 26 di antaranya berada di Belitung.
Mengapa Koperasi Menjadi Wadah Strategis
Selama ini, Pokdarwis menjadi ujung tombak aktivitas pariwisata di desa. Namun, Menpar menggarisbawahi perlunya pengelolaan manfaat ekonomi yang lebih terstruktur. "Di sinilah koperasi hadir sebagai wadah yang memperkuat usaha masyarakat, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta memastikan nilai tambah pariwisata kembali kepada masyarakat," ujarnya dalam sambutan.
Integrasi ini memungkinkan berbagai lini usaha desa wisata dikelola secara mandiri. Mulai dari tata kelola paket wisata, homestay, kuliner, suvenir, jasa pemandu wisata, hingga produk ekonomi kreatif, semuanya bisa berjalan di bawah payung hukum koperasi.
Tiga Desa Wisata Berprestasi di Belitung
Beberapa desa wisata di Belitung telah mencatat prestasi di tingkat nasional. Desa Wisata Keciput meraih Juara III Kategori Desa Wisata Maju pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa Wisata Tanjung Binga menyabet Juara Harapan I Kategori Desa Wisata Berbasis Alam di Wonderful Indonesia Tourism Awards 2025. Sementara itu, Desa Wisata Kreatif Terong meraih Juara Harapan Kategori Desa Wisata Maju pada ADWI 2023.
Menpar menegaskan, sinergi kelembagaan ini diharapkan mampu memberikan pijakan hukum yang kokoh bagi desa-desa wisata. "Melalui keterpaduan ini, berbagai lini usaha desa wisata... dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui payung hukum koperasi," katanya.
Desa Wisata Sebagai Garda Terdepan Pariwisata Nasional
Kementerian Pariwisata menjadikan desa wisata sebagai program unggulan. Desa-desa ini dipandang sebagai garda terdepan dalam memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan kearifan lokal Indonesia ke panggung internasional. Integrasi Pokdarwis dengan koperasi disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem tersebut.
Menpar berharap, langkah ini menandai babak baru bagi lahirnya desa-desa wisata yang kuat secara kelembagaan, sejahtera masyarakatnya, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari desa dan dari bawah.