MANADO — Suara dentuman keras terdengar dari puncak Gunung Karangetang pada Minggu malam, menandai terjadinya erupsi eksplosif kecil. Material letusan menyembur dari kawah utara setinggi 300 hingga 400 meter dan mengalir ke arah barat laut sejauh 700 hingga 1.000 meter, tepatnya di antara Kali Batu Bulan dan Kawahang.
Kabid Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, menyatakan bahwa lontaran material tersebut juga memicu kebakaran alang-alang di sekitar puncak. Api yang membesar terpantul ke awan, membuat visual letusan tampak lebih besar dari kejadian sebenarnya.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Sekitar Kali Berhulu?
Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui BPBD meminta warga untuk tidak memasuki area kawah puncak dan aliran lava. Kewaspadaan ekstra diperlukan, terutama di malam hari ketika jarak pandang terbatas.
"Pemerintah Kabupaten Sitaro dalam hal ini BPBD mengimbau masyarakat di sekitar kali agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati, lebih khusus di waktu malam hari," ujar Sonny Belseran di Manado, Minggu.
Status Gunung Karangetang dan Rekomendasi Resmi
Hingga saat ini, status Gunung Karangetang masih bertahan di Level II atau Waspada. BPBD mengingatkan warga untuk hanya memantau informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.
Sonny berharap warga mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan. Langkah antisipasi ini dinilai penting untuk menghindari risiko terdampak erupsi susulan atau aliran lahar dingin yang bisa terjadi sewaktu-waktu.