SULAWESI UTARA — Laga final Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 19 Juli mendatang masih menyisakan teka-teki siapa yang akan memimpin pertandingan paling bergengsi di planet ini. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memiliki sejumlah kriteria ketat dalam menentukan wasit, termasuk larangan memimpin laga yang melibatkan negara asal dan prinsip netralitas antar konfederasi.
Dua nama wasit asal Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor, sudah dipastikan tidak akan memimpin final. Selain dilarang memimpin laga Timnas Inggris, keduanya juga tidak boleh menjadi pengadil di partai yang melibatkan Argentina. Aturan ini diberlakukan FIFA untuk menghindari ketegangan politik terkait sengketa Kepulauan Falkland pada 1982.
Wasit Final 2022 Berpeluang Catat Sejarah
Szymon Marciniak dari Polandia menjadi kandidat kuat. Ia memimpin final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis yang diwarnai tiga penalti. Jika kembali ditunjuk, Marciniak akan menjadi wasit pertama dalam sejarah yang memimpin dua final Piala Dunia secara beruntun.
Pengalaman Marciniak di laga besar tidak perlu diragukan. Pada 2023, ia memimpin final Liga Champions antara Manchester City vs Inter Milan dan final Piala Dunia Antarklub. Peluangnya semakin besar jika partai puncak mempertemukan Inggris melawan Prancis atau Spanyol, karena prinsip netralitas konfederasi masih dijaga ketat FIFA.
Alireza Faghani: Sosok Berani yang Tak Takut Kontroversi
Nama Alireza Faghani juga mencuat sebagai kandidat utama. Wasit asal Australia ini sudah memimpin beberapa laga bergengsi di turnamen ini, termasuk kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko di Stadion Azteca. Dalam laga itu, Faghani mengusir Jarell Quansah dari lapangan.
Keputusan berani Faghani terjadi saat memimpin Prancis vs Senegal. Ia menolak memberikan penalti untuk Kylian Mbappe meski direkomendasikan oleh tim VAR untuk meninjau ulang tayangan di monitor pinggir lapangan. FIFA menilai ketegasan semacam ini sebagai modal penting untuk laga sebesar final Piala Dunia.
Clement Turpin: Ancaman untuk Thomas Tuchel
Jika Inggris lolos ke final dan Clement Turpin yang ditunjuk, sorotan akan tertuju pada hubungan pelatih Thomas Tuchel dengan wasit asal Prancis tersebut. Tuchel pernah melontarkan kritik keras setelah Turpin mengusirnya dari pinggir lapangan saat Bayern Munich bertemu Manchester City pada 2023.
"Saya akan memberinya nilai satu dari sepuluh. Dia benar-benar buruk," ujar Tuchel kala itu. Terlepas dari itu, Turpin memiliki pengalaman memimpin final Liga Europa dan final Liga Champions, menjadikannya kandidat yang matang secara pengalaman.
Satu kandidat lain yang patut diperhitungkan adalah Ismail Elfath. Wasit asal Amerika Serikat ini telah memimpin tiga laga di Piala Dunia 2026, termasuk Brasil vs Norwegia di mana ia memberikan dua penalti untuk tim Samba. Keputusan tegasnya mengusir Agustin Canobbio di laga Uruguay vs Spanyol juga menjadi catatan positif.