Pencarian

Waymo Hengkang dari Uber di Austin dan Atlanta, Siapkan Layanan Robotaxi Sendiri Januari 2028

Sabtu, 25 Juli 2026 • 08:51:01 WIB
Waymo Hengkang dari Uber di Austin dan Atlanta, Siapkan Layanan Robotaxi Sendiri Januari 2028

SULAWESI UTARA — Waymo dikabarkan akan mengakhiri kemitraan eksklusifnya dengan Uber di Austin dan Atlanta. Menurut Financial Times, perusahaan robotaxi milik Alphabet itu sudah menyampaikan niatnya kepada Uber untuk menawarkan layanan melalui aplikasinya sendiri mulai Januari 2028. Kontrak resmi antara kedua perusahaan baru berakhir pada Mei 2028, tapi Waymo ingin mulai mandiri lebih awal.

Apa yang Terjadi? Waymo Pilih Mandiri Mulai Januari 2028

Uber mengonfirmasi kepada TechCrunch pada Jumat lalu bahwa Waymo berencana meluncurkan robotaxi sendiri di Austin dan Atlanta pada Januari 2028. Selama transisi, layanan Waymo masih tersedia di aplikasi Uber hingga kontrak berakhir di Mei tahun yang sama. Sebelumnya, kedua perusahaan sudah berpisah di Phoenix pada awal tahun ini, seperti yang pertama kali dilaporkan TechCrunch.

Waymo belum memberikan tanggapan resmi atas laporan ini. Sumber anonim menyebutkan bahwa keputusan ini sudah dipertimbangkan sejak beberapa bulan terakhir.

Ketegangan yang Sudah Terlihat sejak Awal Tahun

Hubungan Waymo dan Uber mulai retak sejak awal 2025. Pada Februari, Chief Technology Officer Uber, Praveen Neppalli, mengunggah video yang menunjukkan perilaku robotaxi Waymo yang dianggap tidak aman dan “menakutkan” di jalan raya. Tak lama kemudian, dalam panggilan pendapatan kuartal pertama, CEO Uber Dara Khosrowshahi secara implisit mengkritik cara robotaxi Waymo beroperasi di zona sekolah dan situasi darurat, meskipun tidak menyebut nama perusahaan.

Di sisi lain, Waymo justru sering berseberangan dengan Uber dalam sejumlah pertarungan kebijakan baru terkait regulasi robotaxi. Keduanya saling melobi regulator di berbagai negara bagian mengenai aturan operasi kendaraan otonom.

Dampak bagi Pengguna Uber dan Waymo

Bagi pengguna di Austin dan Atlanta, langkah ini berarti mereka akan punya pilihan lebih banyak saat memesan kendaraan otonom. Mulai Januari 2028, aplikasi Waymo sendiri akan tersedia, sementara layanan di Uber tetap berjalan hingga Mei. Setelah kontrak berakhir, kemungkinan besar Waymo akan sepenuhnya mandiri di kedua kota tersebut, seperti yang sudah terjadi di Phoenix.

Belum jelas apakah Waymo akan tetap tersedia di aplikasi Uber setelah 2028 atau justru Uber akan menggandeng penyedia robotaxi lain. Uber sendiri sedang mengembangkan platform kendaraan otonomnya sendiri melalui kemitraan dengan perusahaan lain.

Persaingan Regulasi Robotaxi Makin Panas

Di luar urusan operasional, Waymo dan Uber juga bersaing dalam ranah regulasi. Waymo mendorong aturan yang lebih longgar untuk ekspansi robotaxi, sementara Uber cenderung menginginkan pengawasan ketat di zona perkotaan padat. Pertarungan ini terjadi di beberapa negara bagian seperti California, Texas, dan Arizona. Langkah Waymo keluar dari kemitraan dengan Uber bisa memperkuat posisinya sebagai pemain mandiri dalam lobi regulasi.

Bagi pasar otomotif dan teknologi, perpecahan ini menandai babak baru persaingan layanan mobilitas otonom. Waymo yang didukung penuh Alphabet kini semakin percaya diri mengoperasikan armadanya tanpa perantara, sementara Uber harus mencari mitra baru atau mengandalkan pengembangan internal.

Keputusan final masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Waymo. Namun, indikasi yang ada menunjukkan bahwa kemitraan yang terjalin sejak 2023 ini akan berakhir lebih cepat dari kontrak. Pengguna di Austin dan Atlanta bisa bersiap menyambut era baru robotaxi yang lebih terfragmentasi.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks