MANADO — DFB resmi menunjuk Juergen Klopp sebagai pelatih kepala timnas Jerman, Jumat lalu. Keputusan ini menyusul mundurnya Julian Nagelsmann yang gagal melampaui babak 32 besar Piala Dunia 2026. Klopp, mantan pelatih Liverpool, disebut menjadi figur yang diharapkan mampu merestorasi mentalitas skuad yang kian terpuruk sejak 2014.
Krisis Mentalitas Terungkap Saat Adu Penalti Melawan Paraguay
Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, 30 Juni, Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay (1-1 waktu normal). Momen kritis terjadi saat kapten Joshua Kimmich bertanya siapa yang akan menjadi penendang keenam. Leon Goretzka, pemain senior, tidak maju. Justru Jonathan Tah—yang bukan eksekutor yang ditunjuk—maju dan gagal. Tendangannya melambung di atas gawang. Satu momen yang menurut pengamat menjadi gambaran kecil krisis mentalitas di tubuh Jerman.
Sejarah Kegagalan Sejak 2014
Ini bukan pertama kalinya Jerman tampil buruk di Piala Dunia. Setelah juara dunia 2014, pencapaian terbaik mereka hanya babak 32 besar pada 2026. Pada 2018 dan 2022, mereka bahkan terhenti di fase grup. Joachim Loew mundur usai 2018, Hansi Flick dicopot setelah 2022, dan Julian Nagelsmann mundur setelah Piala Dunia 2026. Setiap kegagalan selalu berujung pada perombakan tim kepelatihan—kali ini giliran Klopp yang didatangkan.