MINAHASA UTARA — Aksi kejahatan siber dengan modus pencatutan nama pejabat daerah kembali meresahkan warga Sulawesi Utara. Kali ini, nama Wakil Bupati Minahasa Utara, Kevin Wiliam Lotulung, SH, MH (KWL), menjadi sasaran oknum penipu yang beroperasi di aplikasi pesan singkat.
Kevin Wiliam Lotulung, yang merupakan Wakil dari Bupati Dr. Joune J.E Ganda, langsung merespons dengan mengunggah peringatan di akun Facebook pribadinya. Ia menegaskan bahwa nomor telepon yang beredar dan mengatasnamakan dirinya adalah palsu.
Modus Pelaku: Foto Profil Palsu dan Permintaan Transfer Dana
Dalam keterangan yang diunggahnya, Kevin mengungkapkan bahwa pelaku beraksi dengan rapi untuk mengelabui calon korbannya. Berikut modus yang digunakan:
- Memalsukan identitas visual: Pelaku memasang foto wajah Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung sebagai foto profil di akun WhatsApp agar terlihat meyakinkan.
- Meminta sejumlah uang: Pelaku secara aktif menghubungi warga atau kolega dengan berbagai alasan palsu, yang pada akhirnya berujung pada permintaan transfer dana.
- Menyasar lintas platform: Meski saat ini terpantau di WhatsApp, modus ini rentan menyebar ke platform media sosial lainnya.
Kevin menekankan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang atau sumbangan dalam bentuk apa pun kepada masyarakat melalui pesan singkat pribadi.
Langkah Antisipasi Agar Tidak Jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara meminta warga untuk segera mengambil langkah antisipasi jika mendapati modus serupa. Masyarakat diminta untuk tidak menanggapi pesan dari nomor baru atau tidak dikenal yang tiba-tiba meminta uang, pulsa, atau bantuan finansial atas nama pejabat daerah.
Warga juga diimbau untuk menolak segala bentuk permintaan transfer ke rekening tujuan mana pun yang diklaim sebagai instruksi dari pejabat. Jika ragu, lakukan konfirmasi silang melalui kanal resmi Pemkab Minahasa Utara, Dinas Kominfo, atau langsung kepada pihak berwenang.
Lapor ke Polisi Jika Menemukan Percakapan Mencurigakan
Masyarakat yang menerima pesan mencurigakan diminta segera menyimpan tangkapan layar (screenshot) percakapan serta nomor telepon pelaku sebagai barang bukti. Laporan tersebut dapat disampaikan kepada aparat kepolisian agar pelaku dapat dilacak dan ditindak tegas.
Kasus pencatutan nama pejabat ini menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk semakin cerdas dan waspada dalam menggunakan media sosial. Ruang digital jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum penipu untuk meraup keuntungan sepihak.