BITUNG — Politisi Partai Demokrat itu turun langsung mendengarkan keluhan warga soal fasilitas publik. Dalam pertemuan di dua kecamatan, Lady menyebut persoalan yang diadukan masih berkutat pada masalah klasik yang kerap muncul setiap tahun.
"Ya yang kami dapati warga masih meminta fasilitas jalan, drainase dan juga lampu jalan serta air bersih agar dapat dimaksimalkan dalam membuat mereka nyaman," ujarnya di sela kegiatan reses.
Permintaan Perbaikan Infrastruktur Dasar Mendominasi
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) dan layanan kesehatan. Kedua isu ini dinilai krusial karena menyangkut kebutuhan sehari-hari masyarakat berpenghasilan rendah.
Lady mengakui, kondisi keuangan daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang ketat. Meski demikian, ia menegaskan persoalan mendesak yang disuarakan warga tetap harus menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti.
Jawaban Taktis untuk Warga Madidir dan Girian
Menanggapi keluhan tersebut, Lady memberikan jawaban taktis dengan menyatakan akan mencatat seluruh aspirasi warga. Masukan itu rencananya dibawa dan disampaikan dalam Paripurna Reses bersama pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kota Bitung.
"Semua apa yang bapak, ibu sampaikan akan kami catat dan perjuangkan dalam paripurna reses bersama eksekutif," tegas Lady.
Politisi yang dikenal tahan banting ini menambahkan, meskipun ada penyesuaian anggaran, harapan warga Madidir dan Girian agar fasilitas umum diperbaiki wajib dipertimbangkan pemerintah kota. Ia berkomitmen mengawal usulan tersebut hingga masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.