Pencarian

PMTB Sulut Tumbuh 7,12% di Tengah Perlambatan Ekonomi, BI Sorot Investasi sebagai Kunci Pertumbuhan

Minggu, 09 Agustus 2026 • 08:43:01 WIB
PMTB Sulut Tumbuh 7,12% di Tengah Perlambatan Ekonomi, BI Sorot Investasi sebagai Kunci Pertumbuhan
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, memberikan sambutan dalam acara North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Manado, Jumat (7/8/2026).

SULAWESI UTARA — MANADO — Di tengah moderasi pertumbuhan ekonomi yang angkanya masih berada di atas rata-rata nasional, struktur perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan pergeseran. Investasi, yang tercermin lewat PMTB, tumbuh 7,12% pada triwulan II 2026, sementara lapangan usaha konstruksi menguat 7,63%. Data ini menjadi dasar optimisme BI dalam mendorong peran modal sebagai motor utama pertumbuhan jangka panjang.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyampaikan hal tersebut dalam acara North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Manado, Jumat (7/8/2026). Ia menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk memperkuat langkah bersama dalam mengakselerasi masuknya investasi ke daerah.

"NSIF dapat memperkuat langkah bersama untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi di Sulut. Kami meyakini bahwa investasi merupakan salah satu motor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Joko dalam sambutannya. Realisasi Investasi Masih Terkonsentrasi, Diversifikasi Jadi Pekerjaan Rumah

Meski pertumbuhan PMTB dan konstruksi menunjukkan tren positif, Joko mengakui realisasi investasi yang masuk masih relatif terkonsentrasi pada wilayah dan sektor tertentu. Baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) telah berkontribusi terhadap perekonomian, namun pemerataan manfaat belum optimal.

Tantangan ke depan, menurut Joko, adalah memastikan investasi yang masuk semakin terdiversifikasi dan bernilai tambah. Targetnya jelas: investasi harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya menumpuk di pusat kota atau industri ekstraktif. RIRU Jadi Jembatan Antara Investor dan Pemerintah Daerah

BI Sulut menilai momentum ekonomi yang baik saja tidak cukup untuk menarik investor. Dibutuhkan kepastian dan kesiapan proyek yang matang. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dibentuk Regional Investment Relations Unit (RIRU) oleh gubernur, yang melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bank Indonesia, serta berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal.

Peran RIRU dinilai strategis untuk mewujudkan komitmen proyek yang jelas, menyediakan informasi yang memadai, serta memastikan proyek yang ditawarkan siap dieksekusi. Dukungan koordinasi yang berkelanjutan juga menjadi fokus utama unit ini.

"Di sinilah peran Regional Investment Relations Unit atau RIRU yang dibentuk oleh gubernur dengan anggota Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP, Bank Indonesia serta berbagai organisasi perangkat daerah serta instansi vertikal lainnya, mengambil peran strategis bersama," jelas Joko. Kolaborasi Lintas Lembaga di NSIF 2026

Forum investasi tahunan ini turut dihadiri oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo Robert Sianipar dan Kepala BPS Sulut Watekhi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi antara otoritas moneter, regulator sektor keuangan, dan lembaga statistik dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Sulawesi Utara.

Dengan data PMTB yang tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi, sinyal dari pelaku usaha untuk berekspansi terbilang kuat. Kini, efektivitas RIRU dalam menyiapkan proyek yang bankable dan transparan akan menjadi ujian apakah investasi benar-benar bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sulut yang berkelanjutan.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sindomanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks