SULAWESI UTARA — Kabar baik untuk para ibu di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang serius meninjau penambahan vaksin HPV dan pneumokokus ke dalam Program Imunisasi yang Diperluas (EPI). Rencananya, kedua vaksin ini akan mulai diberikan pada tahun 2026.
Kabar ini tentu melegakan. Sebab, kedua penyakit ini menjadi momok serius bagi kesehatan anak dan perempuan di tanah air. Lalu, apa saja yang perlu ibu ketahui?
Mengapa Vaksin Pneumokokus Penting untuk Si Kecil?
Bakteri pneumokokus bukan penyakit main-main. Di seluruh dunia, bakteri ini menyebabkan sekitar 1,6 juta kematian setiap tahunnya. Di Vietnam, data menunjukkan ada sekitar 2,9 juta kasus pneumonia dan 4.000 kematian per tahun. Angka kematian ini bisa jauh lebih tinggi pada anak kecil dan lansia.
Yang lebih mengkhawatirkan, tingkat pembawa bakteri pneumokokus di area hidung dan tenggorokan anak-anak Vietnam sekitar 33%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 10-20% di banyak negara maju. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Indonesia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar setiap negara memasukkan vaksin pneumokokus dalam program imunisasi nasional untuk bayi. Saat ini, WHO telah melakukan pra-evaluasi terhadap tiga jenis vaksin pneumokokus. Para ahli menyarankan untuk memprioritaskan vaksin yang melindungi terhadap banyak strain penyakit dan sudah mendapat izin edar di Indonesia.
Perlindungan Ganda dari Vaksin HPV
Untuk vaksin HPV, sasarannya adalah melindungi anak perempuan dari risiko kanker serviks di masa depan. Para ahli menjelaskan bahwa tipe HPV 16 dan 18 adalah dua jenis yang paling umum dan berbahaya, terkait dengan sebagian besar kasus kanker serviks.
WHO menegaskan bahwa vaksinasi profilaksis sangat efektif mencegah infeksi HPV yang menetap dan lesi prakanker, terutama pada orang yang belum pernah terinfeksi virus tersebut. Saat ini, WHO merekomendasikan dua dosis untuk individu berusia 9 tahun ke atas dengan interval minimal 6 bulan. Bahkan, regimen dosis tunggal bisa dipertimbangkan untuk kelompok usia 9 hingga 20 tahun.
Pertimbangan Kemenkes Sebelum Memutuskan
Wakil Menteri Kesehatan, Profesor Madya Dr. Nguyen Thi Lien Huong, menegaskan bahwa pemilihan vaksin ini sangat penting untuk perlindungan kesehatan masyarakat. Kedua vaksin ini tidak hanya mencegah penyakit menular dan kanker yang membebani, tetapi juga berpotensi menurunkan angka kematian, mengurangi biaya pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup penduduk.
Namun, keputusan ini tidak diambil secara terburu-buru. Kemenkes mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari dasar ilmiah, efektivitas pencegahan penyakit, keamanan, kapasitas pasokan dari UNICEF dan perusahaan, hingga sumber daya untuk implementasi di lapangan.
“Pemilihan harus didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah, efektivitas, dan keamanan, serta sesuai dengan situasi epidemiologi, kapasitas pasokan, dan kondisi implementasi praktis,” ujar Wakil Menteri dalam rapat peninjauan.
Apa yang Bisa Ibu Lakukan Sekarang?
Sambil menunggu keputusan resmi, ibu tetap bisa memberikan perlindungan dini. Vaksin HPV dan pneumokokus sebenarnya sudah tersedia di fasilitas kesehatan swasta dan beberapa rumah sakit di Indonesia. Konsultasikan dengan dokter anak atau bidan untuk jadwal imunisasi yang tepat sesuai usia anak.
Keputusan untuk memasukkan vaksin ini ke program nasional adalah langkah maju yang patut disambut. Ini menunjukkan perhatian pemerintah pada kesehatan preventif jangka panjang. Dengan imunisasi lengkap, anak-anak Indonesia bisa tumbuh lebih sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya.