KOTAMOBAGU — Jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Kotamobagu menghadiri pelaksanaan doa kegenapan tiga malam salah satu korban tragedi Drag Race Upai, Selasa malam. Kehadiran ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah kepada keluarga yang tengah berduka.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran pimpinan OPD bukan sekadar tugas pemerintahan, melainkan bentuk solidaritas dan rasa kekeluargaan terhadap keluarga yang kehilangan orang tercinta.
“Kehadiran kami bukan hanya bagian dari pemerintah daerah, tapi juga bagian dari keluarga besar yang turut merasakan kehilangan dan duka yang dialami keluarga,” katanya.
Pemkot Akan Terus Hadir dalam Rangkaian Doa
Sahaya menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi keluarga korban dalam berbagai rangkaian doa, termasuk pada kegenapan tiga malam dan tujuh malam berikutnya. Hal ini dilakukan agar keluarga yang ditinggalkan tidak merasa sendiri.
“Kami bersama-sama mendoakan, serta turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh keluarga korban,” pungkasnya.
Takziah Jadi Momentum Mendoakan Para Korban
Menurut Sahaya, pelaksanaan takziah menjadi momentum penting untuk bersama-sama mendoakan para korban agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia menyadari bahwa tidak ada kata-kata yang mampu menggantikan rasa kehilangan yang dialami keluarga.
“Kami menyadari bahwa tidak ada kata-kata yang dapat sepenuhnya menggantikan rasa kehilangan. Namun kehadiran kami pada pelaksanaan takziah, Insyaallah bisa memberikan dukungan serta penguatan kepada keluarga, bahwa di tengah suasana duka yang dialami, mereka tidak sendiri,” ungkapnya.
Kehadiran jajaran Pemkot Kotamobagu dalam acara takziah ini berlangsung di kediaman keluarga almarhumah Harianti Mokoginta, warga Desa Bilalang 3 Utara, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.