Pencarian

Kereta Maglev China Catat Akselerasi 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik, Jadi Tolok Ukur Transportasi Masa Depan

Minggu, 16 Agustus 2026 • 19:07:00 WIB
Kereta Maglev China Catat Akselerasi 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik, Jadi Tolok Ukur Transportasi Masa Depan
Kereta maglev China mencatat akselerasi 800 km/jam dalam 5,3 detik pada uji coba terbaru.

SULAWESI UTARA — Uji coba terbaru kereta maglev China ini bukan sekadar angka di atas kertas. Kemampuan mencapai 800 km/jam dalam waktu di bawah enam detik menempatkannya di kelas yang berbeda dari kereta komersial mana pun yang beroperasi saat ini, termasuk Shanghai Maglev yang melaju di kecepatan 431 km/jam.

Angka tersebut mengindikasikan percepatan rata-rata yang luar biasa, jauh melampaui standar kereta peluru konvensional. Teknologi ini bekerja dengan prinsip levitasi magnetik, menghilangkan gesekan antara roda dan rel yang selama ini menjadi pembatas kecepatan.

Mengapa Akselerasi Ini Penting untuk Adopsi Komersial?

Kecepatan puncak memang menjadi perhatian utama, tetapi akselerasi adalah kunci efisiensi. Kereta yang mampu melesat cepat dari posisi diam berarti waktu tempuh antar kota bisa dipangkas signifikan, terutama untuk rute dengan banyak pemberhentian.

Bayangkan skenario rute Jakarta-Surabaya. Jika teknologi ini diterapkan, waktu perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa ditekan drastis. Ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga produktivitas ekonomi yang tercipta dari mobilitas yang lebih cepat.

Bagaimana Teknologi Maglev Mencapai Kecepatan Ekstrem?

Kunci dari rekor ini terletak pada sistem propulsi dan desain aerodinamis. Alih-alih menggunakan mesin konvensional, kereta maglev memanfaatkan medan magnet untuk mengangkat dan mendorong kereta di atas jalur khusus (guideway).

Dengan tidak adanya kontak fisik antara kereta dan rel, hambatan gesekan hilang total. Hambatan yang tersisa hanyalah hambatan udara, yang kemudian diatasi dengan desain bodi kereta yang sangat aerodinamis dan sistem propulsi linear yang kuat.

Dampak bagi Industri Transportasi dan Peta Persaingan Global

Keberhasilan uji coba ini menempatkan China semakin jauh di depan dalam perlombaan teknologi kereta kecepatan tinggi global. Negara-negara lain seperti Jepang dan Jerman juga mengembangkan maglev, namun capaian akselerasi ini memberi China keunggulan data dan pengalaman operasional.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Saat ini, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang beroperasi menggunakan teknologi rel konvensional. Ke depannya, opsi maglev dengan kecepatan dan akselerasi seperti ini bisa menjadi pertimbangan untuk konektivitas antar kota besar di Pulau Jawa yang lebih efisien.

Meski masih dalam tahap eksperimental, rekor ini membuktikan bahwa batas kecepatan transportasi darat terus bergeser. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah teknologi ini bisa bekerja, melainkan kapan dan di mana ia akan dioperasikan secara komersial.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks