KOTAMOBAGU — BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan untuk wilayah Kotamobagu menyusul prediksi curah hujan rendah yang akan terjadi pada Agustus 2026. Dengan estimasi volume air hujan hanya berkisar 100-200 milimeter per bulan, sektor pertanian menjadi sektor yang paling rentan terdampak.
Kepala BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak lengah meski musim kemarau diprediksi tidak ekstrem. "Masyarakat diharapkan tetap waspada meskipun curah hujan tergolong rendah, karena perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis belum lama ini.
Ancaman Kekeringan di Lahan Pertanian
Rendahnya intensitas hujan selama sebulan penuh berpotensi mengganggu siklus tanam dan produktivitas tanaman. Petani di sejumlah kelurahan di Kotamobagu perlu menyiapkan sumber air cadangan, seperti pompa air atau embung, untuk mengantisipasi kekeringan.
Pihak BMKG menekankan bahwa ketersediaan air untuk kebutuhan domestik rumah tangga juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat diminta mulai menggunakan air secara efisien dan bijak sejak sekarang, bukan menunggu hingga krisis terjadi.
Mengapa Cuaca Bisa Berubah Sewaktu-waktu?
Menurut analisis BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena klimatologi yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara. Dinamika atmosfer yang masih bergerak dinamis membuat potensi hujan lokal tetap bisa terjadi di tengah periode kering.
Oleh karena itu, pemantauan kondisi cuaca secara berkala menjadi kunci. "Informasi terkini akan membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kegiatan sehari-hari," tambah Kepala BMKG.
Manfaatkan Teknologi untuk Pantau Cuaca
BMKG mendorong warga Kotamobagu untuk aktif memanfaatkan kanal informasi resmi, seperti aplikasi infoBMKG dan media sosial. Dengan akses data yang cepat, petani bisa menentukan waktu tanam yang tepat dan masyarakat umum bisa merencanakan aktivitas di luar ruangan.
Prediksi curah hujan ini menjadi sinyal awal bagi Pemerintah Kota Kotamobagu untuk menyiapkan langkah mitigasi. Koordinasi lintas dinas terkait distribusi air bersih dan bantuan pompa pertanian dinilai perlu dilakukan lebih awal agar dampak kekeringan bisa diminimalkan.