MANADO — RS Budi Setia Langowan menyebut kemudahan akses layanan kesehatan sebagai medan perjuangan masa kini yang harus dimenangkan. Direktur rumah sakit, dr James Komaling, menegaskan bahwa kemerdekaan yang adil tercipta ketika masyarakat tidak lagi kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, baik karena biaya, jarak, maupun status sosial.
"Kemerdekaan hakiki adalah kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat," kata James di Manado, Senin.
Perjuangan Melawan Keterbatasan Fasilitas dan Tenaga Spesialis
James mengingatkan bahwa perjuangan fisik untuk merebut kemerdekaan telah usai. Namun, perjuangan melawan sakit, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya tenaga spesialis masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
"Kami mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan setiap tindakan medis sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa," ujarnya.
Di tengah lonjakan pasien pascaoperasi dan penanganan kasus kompleks, RS Budi Setia tidak bisa bergerak sendiri. James menyampaikan rumah sakitnya terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pusat, serta sesama fasilitas kesehatan.
"Kemerdekaan yang berkelanjutan tercipta ketika kita saling bahu-membahu, bukan berkompetisi secara sempit," katanya.
Melayani Tanpa Pandang Bulu: Pesan di Balik Busana Adat Nusantara
Upacara bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RS Budi Setia Langowan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh peserta upacara tampil memukau dengan mengenakan baju adat dari seluruh pelosok Tanah Air, mulai dari Ulee Balang Aceh, Ulos Batak, Baju Bodo Sulawesi, hingga Koteka Papua.
Penggunaan busana adat nusantara ini bukan sekadar ajang fashion semata. Ada pesan nyata bahwa melayani pasien tidak boleh memandang suku, agama, maupun strata sosial. Rumah sakit adalah miniatur Indonesia—setiap hari, tim medis berhadapan dengan pasien dari beragam etnis dan keyakinan.
"Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81! Mari kita buktikan bahwa di RS Budi Setia Langowan, semua pasien adalah saudara. Kami siap melayani, tanpa pandang bulu, demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera," kata James.
Semangat persatuan Bhinneka Tunggal Ika, lanjut dia, harus diwujudkan dalam aksi nyata di meja pemeriksaan, ruang operasi, dan ruang perawatan. Bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi juga soal senyuman, keramahan, dan ketulusan yang diberikan kepada setiap pasien.