Pencarian

Musrenbang Disabilitas Parepare 2026: Terobosan Realisasi Cepat, CSR BUMN dan Swasta Jadi Kunci

Selasa, 18 Agustus 2026 • 16:04:16 WIB
Musrenbang Disabilitas Parepare 2026: Terobosan Realisasi Cepat, CSR BUMN dan Swasta Jadi Kunci
Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyerahkan penghargaan dan bantuan CSR kepada sejumlah pihak dalam Malam Ramah Tamah HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

SULAWESI UTARA — Perencanaan pembangunan yang biasanya berakhir sebagai dokumen tebal, di Parepare justru berbuah konkret. Dalam Malam Ramah Tamah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyerahkan langsung penghargaan dan bantuan CSR kepada sejumlah pihak. Momen ini jadi penanda bahwa program prioritas untuk penyandang disabilitas tidak berhenti di atas kertas.

Terobosan yang Tidak Biasa: Realisasi di Tahun yang Sama

Yang menarik dari Musrenbang Disabilitas Parepare adalah kecepatan eksekusinya. "Alhamdulillah, Musrenbang Disabilitas Parepare menjadi sebuah terobosan baru karena direalisasikan pada tahun yang sama," ujar Tasming dalam sambutannya. Biasanya, usulan dari musyawarah perencanaan butuh waktu bertahun-tahun untuk masuk anggaran dan dieksekusi.

Percepatan ini menunjukkan komitmen politik yang serius terhadap isu inklusivitas. Namun, yang lebih penting adalah siapa yang membiayai. Realisasi cepat ini tidak mungkin terjadi tanpa suntikan dana dari luar APBD murni.

CSR BUMN, BUMD, dan Swasta: Pendorong Utama Eksekusi

Peran sektor non-pemerintah menjadi pembeda utama program ini. Beberapa BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Parepare turut berpartisipasi merealisasikan hasil Musrenbang Disabilitas. Mereka tidak hanya hadir sebagai penyumbang, tapi menjadi bagian dari rantai eksekusi program.

Skema ini patut dicontoh. Ketika anggaran pemerintah daerah terbatas, kolaborasi dengan dunia usaha melalui CSR menjadi celah pembiayaan yang efektif. Ini juga mengubah paradigma CSR yang sering dianggap sekadar kewajiban menjadi investasi sosial yang terarah dan tepat sasaran.

Apa yang Perlu Diawasi Setelah Bantuan Diserahkan

Meski realisasi cepat patut diapresiasi, publik perlu mengawal tahap selanjutnya. Pertanyaan besarnya bukan lagi soal penyerahan bantuan, melainkan keberlanjutan program. Apakah bantuan yang disalurkan berbentuk barang, pelatihan, atau aksesibilitas infrastruktur? Bagaimana mekanisme monitoring agar tepat sasaran?

Malam ramah tamah yang semarak ini memang menjadi ajang seremonial sekaligus akuntabilitas publik. Namun, ukuran keberhasilan sebenarnya adalah bagaimana bantuan itu berdampak pada keseharian penyandang disabilitas di Parepare setelah acara selesai dan lampu panggung padam. Inilah pekerjaan rumah yang harus dijaga oleh Tasming dan jajarannya ke depan.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rakyatku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks