Pencarian

Duka Tragedi Drag Race Kotamobagu: Rusdianto di Bolmong Pilih Ikhlas dan Tegar Membesarkan Dua Putranya

Selasa, 18 Agustus 2026 • 18:42:31 WIB
Duka Tragedi Drag Race Kotamobagu: Rusdianto di Bolmong Pilih Ikhlas dan Tegar Membesarkan Dua Putranya
Rusdianto Mokoginta bersama kedua putranya, Kelvin dan Mondy, di kediamannya di Desa Bilalang III Utara, Bolmong, Selasa (18/8).

BOLMONG — Rumah berukuran 6x6 meter di Desa Bilalang III Utara itu masih menyisakan suasana duka. Terpal yang dipasang saat prosesi doa belum juga dibongkar, bersamaan dengan material bangunan yang berserakan di sekelilingnya. Di dalam rumah yang belum sepenuhnya rampung itulah Rusdianto Mokoginta kini membangun kembali kehidupan bersama kedua putranya, Kelvin dan Mondy.

Kehilangan Harianti Mokoginta, istri sekaligus ibu dari anak-anaknya, menjadi ujian berat yang harus dihadapi keluarga ini. Namun, Rusdianto memilih untuk tidak larut dalam kesedihan.

Kunci Keikhlasan di Tengah Duka Keluarga

Rusdianto menegaskan bahwa dirinya dan keluarga telah menerima musibah ini dengan lapang dada. Baginya, apa yang terjadi merupakan kehendak Yang Maha Kuasa.

"Kami sudah ikhlas menerima. Sebab apa yang terjadi semua atas kehendak Allah SWT," ujar Rusdianto saat ditemui di rumahnya, Selasa (18/8).

Meski berat, kehidupan harus terus berjalan. Kelvin dan Mondy tetap harus bersekolah, sementara Rusdianto harus melanjutkan tanggung jawabnya sebagai orang tua tunggal. Kenangan tentang Harianti masih terasa kuat di setiap sudut rumah, dari dinding yang belum rampung hingga ruangan yang kini terasa lebih sunyi.

Kabar Baik dari Korban Selamat di Manado

Di tengah duka yang mendalam, ada secercah harapan dari keluarga Manuel Mokoginta. Istrinya, Rina Longkun, yang masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

"Saat ini kondisi sudah mulai membaik, bahkan sudah telepon," kata Manuel.

Kabar ini menjadi penguat bagi keluarga yang secara bersamaan harus menghadapi rentetan cobaan setelah tragedi maut tersebut.

Apresiasi untuk Para Pihak yang Peduli

Rusdianto dan Manuel menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan. Mereka secara khusus menyebut Ketua Panitia Drag Race Lucky Sugeha, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, serta Mas Bara, putra Gubernur Sulawesi Utara.

Bantuan yang diterima keluarga mencakup kebutuhan rumah sakit, kebutuhan anak-anak, hingga dukungan selama rangkaian doa malam ketiga dan malam ketujuh. Pembangunan kubur bagi korban juga disebut mulai dipersiapkan. Bagi keluarga, dukungan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan penguat untuk kembali menata kehidupan.

Harapan agar Situasi Tetap Kondusif

Di tengah proses pemulihan, keluarga korban berharap tidak ada pihak yang memprovokasi atau mengadu domba yang justru berpotensi membuka kembali luka mereka.

"Kami sudah menerima dan ikhlas," menjadi sikap yang kini mereka pegang teguh.

Keikhlasan ini bukan berarti kehilangan Harianti tidak menyakitkan. Sebaliknya, Rusdianto harus tetap melangkah sambil membawa kenangan tentang istrinya dan menjalankan tanggung jawab untuk kedua anaknya. Perlahan, kehidupan di rumah yang belum selesai dibangun itu mulai berjalan kembali. Kelvin dan Mondy bersiap kembali ke sekolah, sementara Rusdianto bersiap kembali bekerja. Bagi keluarga ini, menerima kehilangan bukan berarti melupakan, melainkan sebuah cara untuk tetap melangkah ketika orang yang dicintai tak lagi bisa berjalan bersama.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infokini.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks