SULAWESI UTARA — Apple Card pertama kali tersedia secara luas di AS pada tahun 2018 setelah melalui periode pratinjau terbatas. Kartu kredit ini dikelola langsung dari aplikasi Wallet di iPhone dan menawarkan sejumlah keunggulan yang jarang ditemukan pada kartu kredit konvensional.
Fitur utamanya mencakup ringkasan pengeluaran berkode warna, tanpa biaya tahunan maupun biaya keterlambatan, serta program Daily Cash yang mengembalikan persentase cashback setiap hari. Pemegang kartu juga bisa membuka rekening tabungan berbunga tinggi (high-yield savings account) yang terintegrasi langsung dengan saldo Daily Cash.
Keputusan Besar di Tahun Ketujuh
Momen ulang tahun ini beriringan dengan perubahan struktural besar. Sejak Januari lalu, Apple mengumumkan Chase—anak usaha J.P. Morgan—akan menggantikan Goldman Sachs sebagai penerbit resmi Apple Card.
Langkah ini diambil setelah Goldman Sachs memutuskan keluar dari bisnis pinjaman konsumen. Bank investasi tersebut dilaporkan mengalami kerugian finansial signifikan dan berbagai masalah operasional selama mengelola portofolio kartu kredit Apple. Kontrak awal sebenarnya berlaku hingga 2030, namun Apple disebut telah melonggarkan kesepakatan agar Goldman Sachs bisa keluar lebih awal.
Apa yang Berubah untuk Pengguna?
Apple menegaskan pemegang kartu tidak perlu melakukan tindakan apa pun selama masa transisi. Layanan pelanggan tetap dilayani oleh Goldman Sachs hingga proses pengalihan selesai.
Setelah transisi tuntas, saldo Apple Card untuk akun yang masih aktif akan tercatat atas nama Chase. Perubahan ini juga akan tercermin pada laporan kredit (credit report) masing-masing pemegang kartu.
Jaringan pembayaran Mastercard tetap menjadi infrastruktur yang digunakan Apple Card. Artinya, penerimaan merchant dan proses transaksi internasional tidak akan berubah.
Jadwal dan Kepastian Layanan
Apple belum merilis detail teknis lebih lanjut mengenai waktu pasti perpindahan tersebut. Informasi tambahan akan dibagikan kepada seluruh pengguna menjelang tanggal transisi.
Sepanjang periode hingga awal 2028, pengalaman penggunaan Apple Card dipastikan tetap sama seperti sekarang. Namun, kemungkinan ada penyesuaian fitur atau kebijakan baru setelah transisi selesai yang akan diumumkan kemudian.
Ketersediaan dan Posisi di Pasar
Satu catatan penting: Apple Card hanya tersedia di Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum ada indikasi perluasan pasar ke negara lain, termasuk Indonesia.
Bagi pengguna di Indonesia yang mengikuti perkembangan produk finansial Apple, kartu ini tetap menjadi referensi bagaimana ekosistem perangkat keras dan layanan keuangan bisa terintegrasi. Namun, opsi serupa di pasar lokal masih mengandalkan layanan perbankan konvensional atau dompet digital yang bekerja sama dengan bank penerbit.
Dengan kepastian transisi ke Chase, Apple tampaknya ingin menjaga ritme layanan tanpa mengganggu basis pengguna yang sudah ada. Keputusan ini juga menandai akhir dari kemitraan yang sempat dianggap strategis antara raksasa teknologi dan bank investasi tersebut.