Pencarian

Satu Remaja Hilang Terseret Ombak di Pantai Tuturuga Minahasa, Tiga Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:31:02 WIB
Satu Remaja Hilang Terseret Ombak di Pantai Tuturuga Minahasa, Tiga Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit
Tim SAR gabungan masih menyisir perairan Pantai Tuturuga untuk mencari remaja yang hilang terseret ombak.

Seorang remaja berusia 17 tahun dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar saat mandi di Pantai Tuturuga, Desa Ranowangko, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (sore). Tiga orang lainnya berhasil dievakuasi, namun dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah kejadian sekitar pukul 17.30 WITA.

MINAHASA — Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih berupaya mencari seorang remaja bernama Kenzy Lengkong (17) yang hilang terseret ombak di Pantai Tuturuga, Desa Ranowangko, Kabupaten Minahasa. Korban merupakan warga Kelurahan Pinaras, Tomohon Selatan, dan menjadi satu-satunya yang belum ditemukan hingga Sabtu malam.

Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. "Utamakan keselamatan saat berada di laut," tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima di Manado.

Kronologi: Ombak Besar Datang Saat Korban Mandi

Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng menjelaskan, peristiwa bermula saat empat orang tengah mandi dan bermain di pantai. "Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret mereka ke laut," ujarnya.

Tiga korban lainnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Tondano. Namun, dua di antaranya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Dua Korban Meninggal, Satu Masih Dirawat

Berdasarkan data yang dihimpun Basarnas, korban yang meninggal dunia adalah Candra Pitoy (17), warga Kelurahan Walian, Tomohon Selatan, dan Grazelli Kindangen (18), warga Kelurahan Pinaras. Sementara itu, Miki Somba (16) ditemukan dalam keadaan selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Manado, BPBD Minahasa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap Kenzy.

Peralatan Khusus Dikerahkan untuk Cari Korban Hilang

Operasi SAR yang dimulai setelah laporan diterima dari BPBD Minahasa ini melibatkan sejumlah peralatan berat. Tim Rescue yang diberangkatkan dari KPP Manado pada pukul 19.05 WITA membawa perahu karet, peralatan selam, water rescue, aqua eye, hingga drone thermal untuk memperluas area pencarian.

Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan perairan yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat. Hingga berita ini diturunkan, tim masih melakukan penyisiran dan berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks