Pencarian

Gempa Vulkanik Gunung Lokon Naik Signifikan Capai 111 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Waspadai Potensi Letusan

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:22:31 WIB
Gempa Vulkanik Gunung Lokon Naik Signifikan Capai 111 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Waspadai Potensi Letusan
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api memantau peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Aktivitas kegempaan vulkanik dangkal Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, melonjak drastis hingga 111 kali pada Kamis (27/8), jauh di atas kondisi normal yang hanya berkisar 10-20 kali per hari. Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Armando Menguleh mengindikasikan lonjakan ini dipicu suplai magma ke permukaan meski tidak terlalu besar.

TOMOHON — Peningkatan kegempaan yang signifikan itu terpantau sejak 20 Agustus lalu, dan mencapai puncaknya pada 27 Agustus dengan 111 kali gempa vulkanik dangkal. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya letusan, mengingat status Gunung Lokon masih berada di Level II atau Waspada.

Armando menegaskan bahwa potensi letusan bisa saja terjadi sewaktu-waktu. "Potensi meletus bisa saja terjadi," ujarnya di Tomohon, Jumat.

Larangan Aktivitas di Radius 1,5 Kilometer dari Kawah

Menyusul lonjakan aktivitas ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan pendakian maupun mendekati area kawah. Rekomendasi resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang aktivitas apa pun di dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Larangan ini berlaku untuk seluruh warga, termasuk para pendaki yang kerap beraktivitas di kawasan Gunung Lokon. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh petugas PGA kepada Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti.

Sejarah Letusan dan Status Terkini Gunung Lokon

Gunung Lokon tercatat terakhir kali meletus pada Agustus 2015. Sebelum lonjakan kegempaan saat ini, Badan Geologi Kementerian ESDM sempat menurunkan status gunung dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada 31 Januari 2025 pukul 06:00 WITA.

Armando berharap seluruh lapisan masyarakat mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan pemerintah. Kepatuhan terhadap aturan ini dinilai krusial untuk menghindari risiko jatuhnya korban jiwa apabila gunung benar-benar meletus.

"Peningkatan kegempaan tersebut sudah kami sampaikan ke pemerintah kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti," kata Armando Menguleh menambahkan.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks