MANADO — Sebanyak 11 calon pelatih bersertifikat resmi dinyatakan menuntaskan Pendidikan Pelatihan (Diklat) Training of Trainers (ToT) Penguatan Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang digelar DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara bersama Kejaksaan Tinggi Sulut. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut ini memasuki puncaknya pada hari kedua dengan agenda mikro mengajar.
Ketua DPD ABPEDNAS Sulut, Stefanus BAN Liow, secara resmi menutup kegiatan tersebut, Jumat (28/8/2026). Para peserta yang dinyatakan lulus akan menjadi pelatih dengan lisensi dari BPMP Sulut dan diproyeksikan turun langsung membekali BPD di tingkat kecamatan dan kabupaten.
11 Calon Pelatih Kantongi Lisensi BPMP Sulut
Adapun daftar calon pelatih yang mengikuti program ini meliputi Magdalena Wullur, Dani R. Pinasang, Yelly Paendong, Luki Kasenda, Sonny Pondalos, Sofyan Jimmy Yosady, James Karinda, Gresty Natalia Masi, Christy Natalia Rondonuwu, Luki Dotulong, dan Welly Waworundeng.
Pada sesi mikro mengajar yang berlangsung pukul 08.00–17.00 WITA, sejumlah calon pelatih tampil menyajikan materi secara bergantian. Di antara mereka yakni Luki Kasenda, Dani R. Pinasang, Welly Waworundeng, Yelly Paendong, serta Magdalena Wullur. Setiap penyajian materi langsung mendapatkan evaluasi dan catatan mendalam dari tim Instruktur Bersertifikat Nasional yang terdiri dari Jones Oroh, Frangky Mandagi, Meivy Mirah, dan Grace Sangian.
Praktisi Desa Dilibatkan untuk Persiapan Pembekalan
Menariknya, pada hari kedua panitia menghadirkan jajaran Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua BPD dari beberapa desa sekitar, seperti Desa Pineleng Dua, Sea Satu, Sea Mitra, Sea Induk, dan Warembungan. Kehadiran para praktisi desa ini memberikan pandangan, pendapat, dan masukan konkret sebagai bahan persiapan pembekalan BPD di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Selain itu, Kepala BPMP Sulut Febry Dien turut hadir memberikan pembekalan teknis kepada para peserta. Kegiatan ToT ini merupakan hasil kolaborasi strategis untuk optimalisasi Program Jaga Desa Kejaksaan Tinggi Sulut dan DPD ABPEDNAS Sulut, yang bekerja sama dengan BPMP Sulut, Pemprov Sulut, FISIP Unsrat Manado, serta DPD Desa Bersatu Sulut.
Mengapa Pelatihan Ini Penting untuk Desa?
Stefanus BAN Liow yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Desa Bersatu Sulut dan Ketua BULD DPD RI menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia BPD, sehingga mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Liow.
Ia menambahkan, sinergi yang solid antara BPD dan Pemerintah Desa menjadi kunci agar pembangunan desa berjalan efektif, maju, mandiri, dan sejahtera. Acara penutupan ini juga dihadiri Sekretaris DPD ABPEDNAS Sulut Jakried K. Maluenseng serta Miky JL Wenur.