SULAWESI UTARA — Putaran pendanaan terbaru Exein disebut oversubscribed atau kelebihan permintaan. Valuasi perusahaan kini naik 30 kali lipat dibandingkan Series B sekitar dua tahun lalu, dan lebih dari dua kali lipat sejak mengantongi ekuitas dan utang pada Desember 2025 menyusul Series C di awal tahun yang sama.
Fokus pada Keamanan Perangkat Fisik
Exein berdiri sejak 2018 dengan pendekatan berbeda dari perusahaan keamanan siber kebanyakan. Alih-alih mengandalkan proteksi jaringan, perusahaan menanamkan kemampuan pertahanan langsung di dalam perangkat.
"Konsep Exein adalah setiap perangkat harus bisa membela diri sendiri, terlepas dari apakah mereka terhubung ke jaringan aman atau tidak," kata CEO Gianni Cuozzo kepada TechCrunch.
Produk terbaru mereka, Photon, merupakan solusi keamanan runtime yang mencegah serangan di level kernel perangkat. Pendekatan ini menuntut kerja sama erat dengan produsen perangkat sejak awal, termasuk vendor silikon.
Klaim 2 Miliar Perangkat Terlindungi
Exein mengklaim telah mengamankan lebih dari 2 miliar perangkat terhubung di sektor-sektor yang serangan sibernya bisa melumpuhkan operasional. Sektor tersebut mencakup kedirgantaraan, otomasi industri, manufaktur otomotif, energi, kesehatan, dan semikonduktor.
Perusahaan memperkirakan pertumbuhan akan berlanjut seiring naiknya gelombang physical AI, yang memakai rantai pasok serupa. Menurut Cuozzo, produknya bisa melindungi robot bertenaga AI, drone, mobil self-driving, sensor, peralatan rumah pintar, hingga perangkat terhubung lain yang menjalankan model di edge.
Ancaman Serangan Kecepatan Mesin
Di sisi lain, AI juga memperkuat kemampuan penyerang. Model open-source yang bisa berjalan tanpa pengaman membuat serangan ke perangkat fisik jadi lebih murah dan mudah dilakukan dengan cara baru.
Exein mengaku sudah melihat peningkatan yang disebut Cuozzo sebagai "serangan berkecepatan mesin". Sebagai respons, perusahaan sedang melatih model fondasi untuk keamanan physical AI menggunakan data mesin dan telemetri. Targetnya model ini siap pada kuartal pertama 2027.
Ekspansi ke Asia Pasifik dan Amerika
Dana baru akan dipakai untuk akuisisi dan merger guna melengkapi portofolio produk, serta merekrut staf untuk mempercepat ekspansi di Amerika Serikat dan Asia Pasifik. Kawasan Asia Pasifik saat ini menyumbang separuh pendapatan Exein.
Cuozzo menyebut operasi yang tersebar di tiga benua jadi tantangan utama perusahaan sejauh ini. Meski butuh penyesuaian, langkah tersebut membuahkan hasil dengan pertumbuhan 400 persen year on year.
Dorongan Regulasi Uni Eropa
Pertumbuhan Exein berpotensi terbantu oleh Cyber Resilience Act Uni Eropa, yang kewajiban pelaporannya mulai berlaku pekan lalu. Regulasi ini akan berlaku penuh pada Desember 2027 dan mewajibkan produsen memastikan semua produk digital aman dari ancaman siber.
Bagi pelaku industri perangkat terhubung di Indonesia, aturan ini bisa berdampak tidak langsung. Produsen yang mengekspor ke Eropa mau tidak mau harus mengadopsi standar keamanan serupa, yang pada akhirnya memengaruhi spesifikasi perangkat yang beredar di pasar global.