JAKARTA — Sesi bertajuk "Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance" menghadirkan Andy Lynn dan Yudhono Rawis sebagai pembicara. Keduanya sepakat bahwa industri kripto kini memasuki fase yang menuntut pemahaman lebih dalam, bukan hanya soal memantau harga naik-turun.
Andy membawa perspektif dari sisi edukasi dan pengalaman investor. Yudho melihat perkembangan kripto dari sisi industri dan bagaimana aset digital mulai terhubung semakin erat dengan sistem keuangan yang lebih luas.
Pemula Diminta Belajar Market Sebelum Mengejar Return
Andy telah aktif di pasar kripto sejak 2017 dan melewati beberapa siklus pasar, termasuk periode bearish 2018. Pengalaman itu membentuk pendekatannya dalam mengedukasi investor baru.
Crypstock memosisikan edukasinya tidak sekadar sebagai ruang diskusi. Lembaga itu menyediakan materi terstruktur, analisis pasar, data on-chain, hingga pembelajaran manajemen risiko.
Menurut Andy, tantangan utama bagi investor baru bukan sekadar memilih aset yang dianggap berpotensi naik. Yang lebih penting adalah membangun pemahaman terhadap cara kerja pasar.
"Buat yang baru masuk kripto, jangan mulai dari pertanyaan 'coin apa yang harus dibeli', tapi mulai dari memahami market-nya dulu. Pelajari risikonya, kenali karakter asetnya, lalu bangun strategi yang sesuai dengan profil masing-masing," kata Andy.
Kemudahan akses terhadap aset kripto seperti Bitcoin justru membuat kemampuan menyaring informasi semakin krusial. Andy menilai pemula perlu punya fondasi agar tidak sekadar mengikuti hype atau keputusan orang lain.
"Informasi di kripto sangat cepat dan banyak. Karena itu, pemula perlu punya fondasi supaya tidak hanya mengikuti hype atau keputusan orang lain. Kalau fondasinya kuat, kita bisa mengambil keputusan dengan lebih rasional," tambahnya.
Yudho: Ruang Pertumbuhan Kripto Masih Terbuka
Yudho melihat peluang dari sisi yang berbeda. Ukuran pasar aset digital secara global dinilainya masih relatif kecil dibandingkan pasar keuangan tradisional.
Namun, ia menilai fase pertumbuhan berikutnya tidak akan sama dengan siklus sebelumnya. Katalisnya akan semakin banyak datang dari perkembangan regulasi dan integrasi antara aset digital dengan produk keuangan konvensional.
"Kripto masih sangat menarik karena secara ukuran market masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Jadi ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi future-nya akan berbeda, bukan lagi sekadar cerita get rich quick," ujar Yudho.
Perkembangan produk ETF kripto, pembayaran berbasis aset digital, hingga tokenisasi dinilai menjadi indikator bahwa industri mulai bergerak ke fase yang lebih matang.
"Regulasi justru bisa menjadi katalis. Kita sekarang melihat ETF, crypto payment, sampai tokenisasi mulai berkembang. Ini menunjukkan bahwa kripto perlahan menjadi bagian dari ekosistem keuangan yang lebih besar," jelasnya.
Tokenisasi dan Arah Baru Industri Kripto
Tokenisasi menjadi salah satu tema yang menurut Yudho patut diperhatikan. Teknologi blockchain memungkinkan berbagai aset tradisional direpresentasikan dalam bentuk digital.
"Traditional market akan tetap tumbuh, tetapi blockchain menciptakan cara baru untuk mengakses dan memperdagangkan aset. Di sini saya melihat tokenisasi punya peran besar untuk fase berikutnya," kata Yudho.
Dari sisi investor, literasi dan manajemen risiko menjadi fondasi agar masyarakat tidak masuk hanya karena tren. Dari sisi industri, inovasi, regulasi, dan integrasi dengan keuangan tradisional akan menentukan arah pertumbuhan berikutnya.
Yudho menilai peluang tetap ada, tetapi investor perlu menyesuaikan ekspektasi dengan industri yang semakin matang.
"Masih ada chance, tapi mungkin tidak akan semasif seperti dulu. Karena itu, menurut saya pendekatannya harus berubah. Stay for the long game," terangnya.
BINUS Crypto Week 2026 menghadirkan sejumlah agenda edukasi terkait cryptocurrency, blockchain, dan perkembangan ekosistem Web3. Agenda FLOQ di acara tersebut juga diarahkan untuk membahas literasi keuangan, perbedaan antara investasi dan spekulasi, serta pemahaman dasar yang perlu dimiliki pengguna baru sebelum masuk ke pasar aset digital.