MINAHASA SELATAN — Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar (FDW) bersama jajaran Forkopimda berkomitmen penuh untuk memfasilitasi seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan di daerah itu. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Tatapaan.
Komitmen tersebut mencakup penyediaan dukungan logistik, pengamanan, dan koordinasi lintas sektor untuk sejumlah perayaan besar. Mulai dari Idul Adha 1446 Hijriah yang akan dirayakan umat Muslim, hingga perayaan Natal bagi umat Kristiani dan Waisak bagi umat Buddha.
Bupati FDW menegaskan bahwa toleransi di Minsel bukanlah sekadar slogan, melainkan praktik yang dirawat secara turun-temurun. Menurutnya, perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan sosial yang harus dijaga bersama.
"Kami siap memfasilitasi semua kegiatan keagamaan. Ini wujud nyata bahwa Minsel adalah rumah bagi semua umat beragama," ujar Bupati FDW dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi, baru-baru ini.
Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan masing-masing panitia perayaan untuk memastikan kebutuhan teknis, seperti izin lokasi, pengaturan lalu lintas, hingga posko pengamanan, berjalan lancar.
Jajaran Forkopimda, termasuk TNI dan Polri, akan dikerahkan untuk mengamankan setiap tahapan perayaan. Patroli gabungan direncanakan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 perayaan besar, terutama di titik-titik ibadah dan pusat keramaian.
Kapolres Minsel yang turut hadir dalam forum koordinasi menyebut pihaknya sudah memetakan potensi kerawanan. "Kami pastikan setiap rumah ibadah mendapat pengamanan maksimal. Tidak ada ruang untuk gangguan sekecil apa pun," ujar perwakilan Polres Minsel.
Tahun ini, Pemkab Minsel mengusung pendekatan lebih terstruktur. Jika sebelumnya dukungan bersifat insidental, kini ada SK Bupati yang mengatur secara rinci tugas Satgas Kerukunan Umat Beragama. Satgas ini bertugas memantau dan melaporkan dinamika sosial di lapangan secara berkala.
Selain itu, Bupati FDW mendorong agar setiap perayaan keagamaan diisi dengan kegiatan sosial, seperti pembagian daging kurban pada Idul Adha atau bakti sosial saat Natal dan Waisak. Tujuannya, momen keagamaan juga memberi dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.
Sejumlah tokoh agama di Minsel menyambut positif komitmen tersebut. Mereka berharap fasilitasi ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada pembangunan rumah ibadah dan bantuan operasional.
"Kami apresiasi perhatian pemerintah. Yang kami harapkan adalah keberlanjutan, bukan hanya saat hari raya saja," ujar salah satu perwakilan tokoh agama setempat.
Pemkab Minsel berjanji akan mengevaluasi pelaksanaan fasilitasi ini secara berkala. Bupati FDW menegaskan, kerukunan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar demi pembangunan daerah yang stabil dan inklusif.