SULAWESI UTARA — Como menjamu Manchester United di matchday ketiga Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10), dengan kedua tim mengantongi tiga poin dari dua laga. Kemenangan di laga ini membuka jalan ke babak playoff, sementara kekalahan membuat salah satu dari mereka harus mengejar di sisa fase liga.
Dua kemenangan dan dua kekalahan jadi bekal identik yang dibawa kedua tim ke Italia. Como menang di matchday pertama lalu tumbang di laga kedua, begitu pula Manchester United. Klasemen sementara memperlihatkan keduanya belum aman, dan laga di Sinigaglia jadi kesempatan pertama untuk memisahkan diri dari gerombolan tim berpoin tiga.
Bagi Como, ini bukan sekadar laga matchday biasa. Menjamu Manchester United adalah duel bergengsi pertama dalam sejarah klub di kompetisi Eropa, dan modalnya cukup meyakinkan: performa tim asuhan Cesc Fabregas sedang menanjak.
Redaksi olahraga CNNIndonesia.com memecah prediksi ke tiga sudut pandang. Putra Permata Tegar Idaman menilai Como punya kondisi tim yang lebih baik jelang laga, tetapi Manchester United tetap tidak bisa diremehkan begitu saja.
Di tengah situasi sulit, MU akan berusaha pulang dengan poin penuh. Namun Como dinilai bisa mengimbangi, dan laga diprediksi berakhir 1-1.
Sudut pandang berbeda datang dari Juprianto Alexander. Ia menyoroti periode sulit yang sedang dilalui Manchester United, sementara Como tampil memikat bersama Fabregas meski tanpa nama besar.
The Red Devils diprediksi bermain menunggu dan mengandalkan celah untuk membobol gawang Como. Bruno Fernandes dan kawan-kawan dinilai bakal lebih banyak bertahan, sementara Como dominan dalam penguasaan bola seperti biasanya. Skor akhir yang diprediksi: imbang 2-2.
Nova Arifianto melihat laga ini dari sisi lain, yaitu tekanan mental dan psikologis yang membebani Bruno Fernandes dan kawan-kawan saat melangkah ke Italia. Como dan Fabregas dinilai menjalani kemajuan lebih baik ketimbang MU dan Carrick.
Permainan Como yang punya identitas lebih jelas bakal jadi ujian bagi ketangguhan kiper Lammens di bawah mistar. Dua nama disebut sebagai tokoh kunci tuan rumah: Paz atau Baturina. Prediksinya, Como menang 2-1.
Dua dari tiga prediksi menyebut laga berakhir imbang, dan keduanya menempatkan Como sebagai tim yang lebih dominan menguasai bola. Manchester United diyakini bermain lebih reaktif, mengandalkan transisi dan peluang dari situasi tidak terduga.
Laga di Stadion Giuseppe Sinigaglia kickoff Rabu (21/10) waktu setempat. Dengan poin yang sama dan jadwal sisa yang belum ringan, hasil di Sinigaglia bakal menentukan siapa yang lebih dulu menjauh dari zona rawan di fase liga Liga Champions.