SULAWESI UTARA — Pencapaian ini merupakan lompatan besar bagi ambisi luar angkasa China. Kemampuan mendaratkan roket memungkinkan peluncuran yang lebih sering dan lebih murah, menjembatani kesenjangan dengan Amerika Serikat dalam perlombaan antariksa generasi ini. Keberhasilan ini diumumkan langsung setelah roket menyelesaikan misi perdananya.
Bukan Kaki Pendarat, Tapi Jaring Raksasa di Atas Kapal
Berbeda dengan SpaceX dan Blue Origin yang menggunakan kaki pendarat, Long March 10B menggunakan pendekatan yang unik. Tahap pertama roket ini dilengkapi dengan kait dan terbang langsung menuju struktur jaring besar yang dipasang di atas kapal. Setelah masuk, mesin langsung dimatikan.
“Jaring itu berada di bawah tegangan dan menggunakan peredam hidrolik,” tulis SpaceNews dalam laporannya. Metode ini disebut lebih ringan dibandingkan kaki pendarat dan memberikan toleransi lebih besar terhadap titik pendaratan yang tidak presisi. Reuters melaporkan bahwa sistem ini menghemat bobot yang sangat berharga bagi roket.
Dampak Langsung pada Ambisi Bulan China
Long March 10B adalah varian kargo kelas menengah dari keluarga roket Long March 10, yang dirancang untuk membawa astronot China ke permukaan Bulan pada 2030. Keberhasilan pendaratan perdana ini menjadi tonggak penting yang membuat jadwal pendaratan di Bulan semakin realistis.
Sementara itu, NASA menargetkan pendaratan pada 2028 melalui misi Artemis IV, namun masih bergantung pada hasil uji coba pendarat di misi Artemis III. Perlombaan antariksa antara dua negara adidaya ini kian ketat.
Dari 400 Satelit Menuju 200.000: Ambisi Besar China
SpaceX, dengan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali, mendominasi peluncuran global—mencakup lebih dari setengah total peluncuran roket pada 2025. Kemampuan mendaur ulang tahap pertama roket memungkinkan SpaceX meluncurkan puluhan ribu satelit Starlink ke orbit, sesuatu yang mustahil dilakukan satu dekade lalu.
China memiliki desain konstelasi mega sendiri yang melibatkan hingga 200.000 satelit. Namun, menurut New York Times, China baru berhasil meluncurkan 400 satelit. Dengan kemampuan mendaur ulang roket yang ditargetkan beroperasi penuh akhir tahun ini, ambisi tersebut kini berada dalam jangkauan yang lebih nyata.