MANADO — Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di Sulawesi Utara diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung memprediksi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter bakal menerjang sejumlah perairan di provinsi tersebut hingga pertengahan Juli 2026.
Angin Kencang Picu Gelombang di Dua Titik Rawan
Ricky Daniel Aror menjelaskan, kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di Perairan Minahasa Utara dan Perairan Kepulauan Sitaro. "Kondisi tersebut dapat menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," ujarnya di Manado, Selasa.
Selain dua lokasi itu, gelombang sedang juga diprediksi melanda perairan selatan Sulut, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku. Kecepatan angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata 6 hingga 25 knots.
Siklon Tropis Haisen di Laut Filipina Jadi Pemicu
BMKG mengidentifikasi gangguan atmosfer yang memengaruhi pola angin di wilayah timur Indonesia. Siklon tropis "Haisen" yang saat ini berada di Laut Filipina utara Papua bergerak ke arah utara, turut berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin di perairan Sulawesi Utara.
Ricky berharap, warga berhati-hati bila melakukan aktivitas di wilayah perairan dengan tinggi gelombang yang bisa mencapai 2,5 meter. Peringatan dini ini berlaku hingga 18 Juli 2026, sehingga masyarakat diimbau memantau informasi cuaca terkini sebelum berlayar.