Pencarian

Literasi Keuangan Warga Sulut Capai 73,45 Persen, OJK Fokus Genjot Akses Perbankan di Daerah 3T

Rabu, 19 Agustus 2026 • 17:10:01 WIB
Literasi Keuangan Warga Sulut Capai 73,45 Persen, OJK Fokus Genjot Akses Perbankan di Daerah 3T
Literasi keuangan masyarakat Sulawesi Utara tercatat mencapai 73,45 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026.

MANADO — OJK SulutGo menargetkan pemerataan pemahaman dan akses keuangan hingga ke pelosok Sulawesi Utara sepanjang tahun 2026. Langkah ini ditempuh melalui tiga program utama: penguatan literasi, perluasan inklusi, dan pengembangan keuangan syariah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan di perkotaan Sulut sudah mencapai 94,82 persen dan 93,48 persen di perdesaan. Angka itu menunjukkan sebagian besar warga telah memanfaatkan produk jasa keuangan, tetapi pemahaman akan risiko dan manfaatnya masih timpang di sejumlah wilayah.

Perempuan Unggul, Pelajar Jadi Sasaran Prioritas

Data OJK mencatat indeks literasi keuangan perempuan di Sulut lebih tinggi dibanding rata-rata, yakni 72,03 persen, dengan tingkat inklusi mencapai 95,47 persen. Meski begitu, OJK menaruh perhatian khusus pada kelompok pelajar, mahasiswa, UMKM, penyandang disabilitas, serta petani dan nelayan yang dinilai membutuhkan pendampingan lebih intensif.

"Kami berfokus pada percepatan literasi dan inklusi keuangan yang masif dan merata. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi kolaborasi guna mendorong perilaku masyarakat yang cerdas keuangan serta memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan," ujar Sianipar saat menyampaikan materi di Media Update TW-III 2026 di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Rabu (19/8/2026).

Program GENCARKAN dan Integrasi Kurikulum Sekolah

Untuk merealisasikan target tersebut, OJK mewajibkan pelaksanaan program GENCARKAN hingga tingkat kabupaten dan kota. Edukasi keuangan juga bakal diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal serta melibatkan Duta Literasi Keuangan di daerah.

OJK turut mendorong pemanfaatan Platform Learning Management System Keuangan (LMSKU) secara masif. Platform ini dirancang agar masyarakat bisa mengakses materi edukasi keuangan secara daring tanpa terbatas jarak.

Keuangan Syariah Jadi Pilar Pertumbuhan Baru

Perhatian khusus diberikan pada sektor keuangan syariah melalui Kampanye Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (LIKS). Sejumlah agenda seperti Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) dan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS) disiapkan untuk menjangkau ekosistem pusat inklusi keuangan syariah hingga daerah terpencil.

OJK optimistis optimalisasi fungsi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mampu menyelaraskan program kerja lintas pemangku kepentingan. Dengan begitu, akses dan daya paham finansial masyarakat Sulut dapat terus meningkat secara signifikan. (hilda)

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulutreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks