SULAWESI UTARA — Peluncuran ini diumumkan resmi di Kuala Lumpur pada Kamis (20/8/2026). ExcelScale hadir sebagai solusi atas persoalan yang kini dihadapi banyak perusahaan Malaysia: mengakses model AI memang mudah, tetapi mengintegrasikannya secara aman dan terkelola dalam skala besar adalah tantangan tersendiri. Selama ini, perusahaan harus mengelola banyak akun penyedia, API, sistem penagihan, dan kebijakan governance yang berbeda-beda, justru di saat bisnis ingin mempercepat adopsi AI.
Padahal, penggunaan AI di perusahaan Malaysia kian meluas ke pengembangan perangkat lunak, riset, produksi konten, analisis data, hingga alur kerja internal. Banyak organisasi kini memakai beberapa penyedia AI sekaligus demi fleksibilitas, tapi konsekuensinya muncul masalah interoperabilitas, pengawasan operasional, dan kepatuhan yang semakin rumit seiring bertambahnya tim yang terlibat.
Bukan Soal Jumlah Model, tapi Kemampuan Mengelola
Todd Abraham, General Manager ExcelScale, menegaskan bahwa hambatan utama adopsi AI di level enterprise saat ini bukan lagi akses. Justru, tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai kemampuan AI agar tetap praktis, aman, dan mudah dikelola untuk kepentingan bisnis.
"Tahap berikutnya dari AI enterprise tidak akan ditentukan oleh berapa banyak model yang bisa diakses organisasi, tetapi oleh seberapa efektif mereka mengintegrasikan dan mengelolanya. Bisnis menginginkan fleksibilitas memilih model yang tepat untuk setiap tugas tanpa harus memelihara lingkungan teknis terpisah setiap kali," ujar Todd dalam keterangan resminya.
ExcelScale dirancang untuk menjadi fondasi yang konsisten, sehingga tim teknis bisa fokus membangun aplikasi AI yang berguna alih-alih sibuk merawat sistem yang terpecah-pecah.
Satu API untuk Teks, Gambar, Suara, hingga Analisis Data
Melalui API yang terstandarisasi, perusahaan dapat terhubung ke model-model yang mendukung generasi teks, pengenalan visual, sintesis suara, pembuatan video, dan analisis data. Keunggulannya, tim teknis tidak perlu membangun ulang integrasi untuk setiap penyedia. Mereka cukup memilih model berdasarkan beban kerja spesifik dengan proses pengembangan dan deployment yang konsisten.
Dari sisi keamanan dan pengawasan, platform ini menyediakan kontrol akses, manajemen kunci API, izin model yang dapat dikonfigurasi, serta opsi deployment Virtual Private Cloud (VPC). Ada pula dasbor terpusat untuk memantau permintaan API, konsumsi token, dan biaya operasional.
Mengurangi Beban Infrastruktur, Fokus ke Inovasi
Bagi perusahaan, kehadiran platform ini berarti mengurangi kebutuhan mengelola banyak sistem yang tidak saling terhubung seiring pertumbuhan inisiatif AI. Waktu yang tadinya habis untuk memelihara infrastruktur bisa dialihkan ke pengembangan aplikasi yang mendukung produktivitas, inovasi, dan perbaikan operasional.
Todd menambahkan, seiring AI menjadi bagian dari operasional bisnis sehari-hari, organisasi membutuhkan infrastruktur yang bisa berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Dengan menyederhanakan lapisan antara perusahaan dan model AI yang mereka gunakan, ExcelScale berharap lebih banyak enterprise mampu mengubah kapabilitas AI menjadi aplikasi bisnis yang praktis dan berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut mengenai ExcelScale dapat diakses melalui situs resmi mereka di excelscale.com.