SULAWESI UTARA — Kebutuhan listrik di kawasan pelabuhan bukan sekadar untuk penerangan. Berbagai peralatan berat seperti container crane, high mast light, hingga sistem shore-to-ship power connection yang memungkinkan kapal menggunakan listrik darat saat bersandar, semuanya membutuhkan pasokan energi yang andal dan stabil.
Dukungan PLN untuk Operasional Pelabuhan
Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melayani kebutuhan pelanggan sesuai permintaan dan ketentuan yang berlaku. “Melalui penyediaan tenaga listrik ini, PLN mendukung kebutuhan PT Pelindo Multi Terminal untuk mengoperasikan berbagai fasilitas dan peralatan di area pelabuhan,” ujarnya.
Alexander menambahkan, PLN terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Hal ini penting agar pelanggan dapat segera memanfaatkan listrik untuk mendukung kegiatan operasional yang dijalankan, termasuk menjaga kualitas layanan dan koordinasi jangka panjang.
“Bagi PLN, yang terpenting adalah memastikan pelanggan mendapatkan pasokan listrik sesuai kebutuhannya. Kami akan terus menjaga kualitas pelayanan dan koordinasi dengan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan mereka,” kata Alexander.
Apresiasi Pelindo dan Arah Pengembangan Pelabuhan Benoa
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal, Herfianto Bayu, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN dalam proses penyambungan listrik ini. Menurutnya, ketersediaan listrik merupakan elemen krusial untuk mendukung kesiapan fasilitas dan kegiatan operasional terminal.
“Kebutuhan listrik merupakan bagian penting dari kesiapan operasional kami, terutama untuk mendukung fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan kepelabuhanan. Kami berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus berjalan dengan baik seiring dengan kebutuhan operasional dan pengembangan layanan di Pelabuhan Benoa,” ujar Herfianto.
Pelabuhan Benoa sendiri memiliki posisi strategis dalam aktivitas logistik, penumpang, dan pariwisata maritim di kawasan timur Indonesia. Ke depan, kawasan ini diarahkan menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dengan penerapan konsep Green Port, pengembangan Smart Port, serta peningkatan layanan operasional.
Elektrifikasi sebagai Kunci Transformasi
Arah pengembangan tersebut membuka ruang pemanfaatan energi listrik yang semakin luas di lingkungan kepelabuhanan. Elektrifikasi peralatan dan fasilitas, termasuk pemanfaatan shore-to-ship power connection, menjadi salah satu bentuk nyata penggunaan energi listrik yang mendukung transformasi operasional pelabuhan.
Bagi PLN, kebutuhan ini menjadi ruang kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang selaras dengan perkembangan kebutuhan energi. Pendekatan ini sejalan dengan peran PLN dalam mendukung aktivitas ekonomi melalui penyediaan tenaga listrik sekaligus membuka peluang pengembangan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan.
PLN UP3 Bali Selatan berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kesiapan dalam melayani kebutuhan kelistrikan pelanggan, termasuk sektor kepelabuhanan. Dengan pasokan listrik yang andal, operasional Pelabuhan Benoa diharapkan berjalan lancar sekaligus mendorong ekosistem kepelabuhanan yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan keberlanjutan.