MANADO — Upaya Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar naik kelas mulai menunjukkan hasil konkret. Sepanjang tahun ini, dua agenda besar berhasil membukukan transaksi miliaran rupiah, melampaui target yang ditetapkan.
Pada Urban Digifest 2026 yang berlangsung 12–16 Agustus di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, sebanyak 233 UMKM unggulan terlibat. Realisasi penjualan mencapai Rp 7,25 miliar dari target Rp 6 miliar. Dari sisi permodalan, fasilitasi business matching pembiayaan diarahkan untuk mengejar target hingga Rp 3 miliar guna mendukung ekspansi usaha para peserta.
Hijrah Sulut Fest Catatkan Pembiayaan Rp 5,04 Miliar
Sebelumnya, pada Hijrah Sulut Fest 2026 yang digelar 12 Februari hingga 18 Maret, nilai penjualan UMKM tercatat Rp 3,55 miliar—melonjak jauh dari target awal Rp 1,05 miliar. Program yang sama juga memfasilitasi akad pembiayaan bagi 93 UMKM dengan total realisasi Rp 5,04 miliar, melebihi target Rp 2 miliar.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, menyebut capaian ini sebagai bukti efektivitas pendampingan yang dilakukan pihaknya. Menurut dia, UMKM merupakan fondasi utama perekonomian daerah yang keberhasilannya berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan ketahanan ekonomi Sulawesi Utara.
Korporasi Gandeng UMKM Jadi Jalan Tol Masuk Rantai Pasok Nasional
Strategi yang diusung BI Sulut adalah Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Melalui skema ini, pelaku usaha lokal diintegrasikan ke dalam rantai nilai industri nasional dengan memanfaatkan keunggulan korporasi besar, mulai dari standar operasional, akses modal, keahlian manajemen, hingga jaringan distribusi.
"Kemitraan strategis ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. Korporasi mendapatkan pasokan bahan baku lokal yang stabil dan berkualitas, sementara UMKM memperoleh kepastian pasar, transfer teknologi, serta kemudahan akses pembiayaan bank maupun lembaga keuangan non-bank," ungkap Joko Supratikto.
Target Nasional KKI 2026 Capai Rp 446,9 Miliar
Seluruh capaian di Sulut sejalan dengan target nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang mengusung tema Beudaya Meusare-Sare atau Berdaya Bersama-sama. Secara akumulasi, ajang ini membidik omzet dan business matching ekspor sebesar Rp 446,9 miliar, serta pembiayaan hijau dan konvensional Rp 212,8 miliar.
Joko Supratikto menambahkan, penguatan sinergi antarlembaga menjadi kunci keberlanjutan program ini. Pemerintah daerah, perbankan, dan korporasi swasta diminta bergandengan tangan agar ekosistem pembiayaan dan perdagangan UMKM lokal semakin solid.
"Dengan bergandengan tangan, ekosistem pembiayaan dan perdagangan bagi UMKM lokal akan semakin solid, sehingga mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh, inklusif, serta berkelanjutan," pungkasnya.