SULAWESI UTARA — Raquel Lee Boileau, yang kini berusia hampir 40 tahun, menuntut ganti rugi finansial melalui firma hukum Wigdor LLP. Gugatan setebal empat klaim ini menyebut seorang karyawan dewasa Disney berinisial "John Doe" telah melakukan pemerkosaan, penyerangan seksual, dan pelecehan berulang kali terhadap dirinya yang saat itu masih berusia 14 tahun.
"Pelecehan seksual yang dilakukan Tn. Doe terhadap Nn. Boileau tampak jelas oleh orang dewasa di lokasi syuting Disney. Disney berulang kali gagal melindungi Nn. Boileau. Disney memfasilitasi dan menyembunyikan pelecehan seksual berat yang dilakukan Tn. Doe," demikian pernyataan dalam berkas gugatan.
Lingkungan Syuting yang Tidak Aman untuk Anak
Film yang disutradarai Neal Israel dan dibintangi Mark Curry serta Dawnn Lewis ini mengisahkan dua ilmuwan yang tanpa sengaja mengirim anak-anak mereka ke masa lalu. Tayang perdana di Disney Channel pada 14 September 2001, produksi The Poof Point berlokasi di Utah.
Gugatan tersebut dengan tegas menyatakan "lokasi syuting Disney tidak aman untuk anak-anak". Selain kekerasan seksual, Raquel disebut kerap menjadi sasaran kemarahan eksekutif Disney karena dianggap tidak memenuhi standar akting. Ia digambarkan sebagai remaja yang "tampak berantakan" selama proses produksi.
Kuasa hukum Raquel juga mengaitkan kasus ini dengan sejarah panjang Disney dalam melindungi pelaku kekerasan seksual. "Ini bukan pertama kalinya Disney memungkinkan predator seksual menargetkan dan melecehkan korban yang rentan. Disney memiliki sejarah panjang dan mengerikan dalam melindungi pelaku pelecehan seksual yang dimulai jauh sebelum 2001 dan berlanjut setelahnya," tulis gugatan.
Upaya Damai Gagal Sebelum Gugatan Dilayangkan
Menurut sumber, pihak Disney baru mengetahui tuduhan ini pada Juni lalu ketika pengacara Raquel, Doug Wigdor dan Jame Kim, menghubungi mereka untuk mencari solusi di luar pengadilan. Negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan, sehingga kasus dibawa ke meja hijau.
Hingga berita ini diturunkan, Disney belum memberikan komentar resmi atas gugatan dan tuduhan yang dilayangkan Raquel Lee Boileau.
Bukan Pertama Kali Raquel Berhadapan dengan Hukum
Ini bukan pengalaman pertama Raquel melibatkan pengacara terkait film The Poof Point. Pada 2015, Raquel yang saat itu diwakili pengacara kondang Gloria Allred telah mencapai penyelesaian damai secara tertutup dengan seorang pria yang bekerja di film tersebut. Pria itu sendiri didampingi pengacara William Biggs II dari firma Venable.
Meski nominal dan detail penyelesaian dirahasiakan, keterlibatan Allred yang dikenal kerap membela penyintas kekerasan seksual menjadi indikasi kuat soal inti kasus tersebut. Baik Allred maupun Biggs menolak berkomentar saat dihubungi media.
Perubahan Hukum California Membuka Jalan Gugatan
Gugatan ini bisa diajukan berkat perubahan regulasi di California. Sejak 2020, penyintas pelecehan seksual masa kanak-kanak memiliki waktu hingga ulang tahun ke-40 untuk mengajukan tuntutan perdata. Bahkan, penambahan aturan pada 2023 menghapus batas waktu sama sekali untuk klaim perdata atas pelecehan seksual anak yang terjadi setelah 1 Januari 2024.
Lebih jauh, penggugat berhak menuntut tiga kali lipat ganti rugi aktual jika terbukti perusahaan atau institusi mengetahui pelecehan yang terjadi namun memilih menyembunyikannya. Ini persis yang dituduhkan Raquel kepada Disney.
Menariknya, Raquel Lee Boileau masih bekerja sama dengan Disney setelah insiden The Poof Point. Ia terlibat sebagai pengisi suara dalam serial animasi The Proud Family: Louder and Prouder di Disney+ yang tayang 2022, serta menjadi bagian dari The Proud Family versi asli pada 2001-2005.