BOLMUT — Ribuan warga dan jajaran pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) memanjatkan doa bersama dalam Shalat Istisqa di Lapangan Imokima, Kecamatan Sangkub. Bupati Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Aditya Pontoh turut hadir dalam ibadah yang digelar untuk memohon diturunkannya hujan tersebut.
Kemarau yang berlangsung beberapa bulan terakhir telah mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah spiritual sekaligus memetakan dampak kekeringan di wilayah tersebut.
15 Desa Terdampak Krisis Air Bersih
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmut melaporkan 15 desa di kabupaten ini mengalami kekurangan air bersih. Kondisi ini menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum, memasak, dan sanitasi.
74 Desa Terdampak Kekeringan Lahan Pertanian
Dinas Pertanian Bolmut mencatat sawah di 74 desa terdampak kemarau. Kecamatan Bolangitang Barat dan Sangkub menjadi wilayah dengan desa terdampak terbanyak, masing-masing 16 desa. Disusul Kecamatan Bintauna dan Pinogaluman dengan 13 desa, Kaidipang 9 desa, serta Bolangitang Timur 7 desa.
Luas lahan yang terdampak kekeringan bervariasi antar kecamatan. Pinogaluman mencatat lahan terdampak terluas mencapai 303,7 hektare, disusul Bintauna 263,75 hektare, Sangkub 93 hektare, Kaidipang 40,89 hektare, dan Bolangitang Barat 33,28 hektare.
Sebagian Sawah Tidak Melakukan Penanaman
Laporan dinas pertanian menyebutkan sebagian besar lahan sawah di wilayah terdampak tidak melakukan penanaman akibat kemarau. Selain itu, ada lahan yang terdampak karena sumber air tidak mencukupi dan beberapa aliran irigasi yang sedang dalam perbaikan.
Di Kaidipang, tercatat 19,62 hektare lahan terdampak kekeringan, sementara Bolangitang Timur mencapai 11,46 hektare. Terdapat pula 21,27 hektare lahan yang belum melakukan penanaman karena kondisi kemarau.
Shalat Istisqa yang digelar di Lapangan Imokima ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merespons kondisi darurat kekeringan yang melanda sejumlah kecamatan di Bolmut.