MINAHASA UTARA — Ribuan hektare lahan produktif di Minahasa Utara (Minut) terancam gagal panen akibat kemarau berkepanjangan. Pemerintah kabupaten merespons dengan menetapkan status tanggap darurat, sebuah langkah yang diapresiasi langsung oleh Komandan Korem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi.
Dalam amanatnya di hadapan ratusan aparat, Danrem menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh bersifat reaktif. Dalam hal ini, pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat menjadi kunci utama.
Pemicu Penetapan Status: Kemarau Berpanjangan Panaskan Lahan
Penetapan status tanggap darurat bukan tanpa alasan. Kemarau yang tengah melanda Minut tidak hanya memicu penurunan debit air, tetapi juga memicu kekeringan lahan yang berpotensi memunculkan titik api.
"Sinergitas dan soliditas seluruh stakeholder adalah kunci utama. TNI, Polri, Pemda, BPBD, Damkar, instansi terkait, relawan, dan masyarakat harus bekerja terpadu sesuai tugas masing-masing," ujar Danrem dalam amanatnya.
Ia menekankan penanganan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Instansi vertikal dan horizontal diminta aktif mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Jaga Waspada: 350 Personel Siaga hingga Akhir Musim
Gelar pasukan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Minut itu dipimpin langsung oleh Danyonif TP 916/Bara Sakti, Mayor Inf Aditya Yoga Pramana, yang bertindak sebagai komandan apel. Pasukan yang disiagakan terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga tenaga kesehatan.
Mayor Aditya memastikan seluruh prajuritnya telah dibekali kemampuan teknis pemadaman dan siap dikerahkan kapan saja. "Kami berkomitmen penuh mendampingi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kabut asap," tegasnya.
Melalui pergelaran ini, koordinasi komando terpadu diharapkan semakin solid. Selain patroli berkala, edukasi langsung ke masyarakat menjadi prioritas untuk memaksimalkan pencegahan.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Minut Joune Ganda, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, Kapolres Minut AKBP Aulya Rifqie Djabar, serta jajaran pejabat Pemkab Minut dan tamu undangan lainnya.