RATAHAN — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tahun ini tidak hanya diisi dengan kegembiraan, tetapi juga pembahasan serius mengenai ancaman baru bagi keselamatan anak. Bupati Mitra, Ronald Kandoli, menegaskan bahwa komitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak kini menghadapi tantangan yang lebih kompleks seiring masifnya penetrasi teknologi digital.
Menurut Bupati, ruang aman bagi anak tidak lagi hanya terbatas pada lingkungan fisik seperti rumah dan sekolah. Ancaman kekerasan, terutama kekerasan seksual dan perundungan, kini bisa menyusup melalui gawai hingga ke ruang pribadi anak. Karena itu, penggabungan perayaan HAN dengan sosialisasi pencegahan di lingkungan sekolah dinilai sebagai langkah strategis yang patut didukung.
Ancaman di Lingkungan Sekolah yang Harus Diwaspadai
Bupati Kandoli menyoroti bahwa sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, tak luput dari potensi tindak kekerasan. Sosialisasi yang digelar bersama jajaran kepolisian dan Dinas P3A ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif, baik bagi guru, orang tua, maupun siswa itu sendiri.
“Anak-anak memiliki hak mutlak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta menyuarakan pendapatnya,” ujar Ronald Kandoli dalam sambutannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa perlindungan bukan sekadar kewajiban negara, melainkan tanggung jawab moral seluruh lapisan masyarakat.
Hadirkan Unsur Forkopimda dan Tenaga Pendidik
Kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi ini dihadiri sejumlah pejabat penting daerah. Tampak hadir Wakil Bupati Fredy Tuda, Wakil Ketua TP PKK Mitra sekaligus Kepala Dinas P3A Mitra, Sandra Tuda Kindangen, serta Sekretaris Daerah David H. Lalandos. Kehadiran Kapolres Mitra yang diwakili Kabag Ops AKP Agus Julianto menandakan sinergi aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan ini.
Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas P3A Provinsi Sulawesi Utara, para asisten dan staf ahli bupati, serta pimpinan BSG Ratahan. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan bahwa persoalan perlindungan anak tidak bisa ditangani sendiri oleh satu dinas, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Pesan untuk Pelajar: Optimis dan Berharga
Di akhir sambutannya, Ronald Kandoli menyampaikan pesan khusus kepada seluruh siswa-siswi di Minahasa Tenggara. Ia meminta para pelajar untuk senantiasa merasa berharga dan optimis terhadap potensi yang mereka miliki. Pesan ini menjadi penting untuk membangun kepercayaan diri anak agar berani melapor jika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.
Bupati mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dan kepedulian demi mewujudkan Minahasa Tenggara yang benar-benar layak dan aman bagi setiap anak. Melalui tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, pemerintah daerah menegaskan bahwa masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi penerus yang tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh kasih sayang.