SULAWESI UTARA — Pengumuman itu disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) perkembangan penanganan bencana alam bersama jajaran pemerintah, Senin (7/9/2026). Kapal tersebut direncanakan menjalani perombakan atau refurbish sebelum resmi bertugas.
Modifikasi Kapal dan Fungsi Ganda Alutsista
"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," kata Prabowo dalam ratas tersebut.
Setelah dimodifikasi, Giuseppe Garibaldi tidak hanya berperan sebagai alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kapal ini juga dirancang mendukung operasi kemanusiaan, terutama untuk mobilitas bantuan di wilayah terdampak bencana.
Mobilitas Bantuan untuk Wilayah Sulit Dijangkau
Kehadiran kapal induk ini dinilai strategis bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan banyak wilayah rawan bencana. Kemampuan mengoperasikan helikopter dan drone dari kapal memungkinkan pengiriman personel, logistik, hingga peralatan pertolongan ke daerah yang sulit diakses.
Fungsi tersebut sejalan dengan arahan Prabowo dalam ratas yang menekankan percepatan penanganan bencana di berbagai wilayah. Kapal ini diharapkan memperkuat respons cepat pemerintah, khususnya saat terjadi gempa, banjir, atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah terpencil.
Penguatan Alutsista TNI AL di Tengah Fokus Penanggulangan Bencana
Meski difokuskan pada misi kemanusiaan, pengadaan kapal ini tetap menjadi bagian dari modernisasi alutsista TNI Angkatan Laut. Langkah ini diambil di tengah konsolidasi pemerintah menangani bencana alam, termasuk pengusutan delapan korporasi yang diduga terlibat karhutla dengan 138 orang berstatus tersangka.
Belum dijelaskan secara rinci jadwal pasti kedatangan kapal serta nilai kontrak pengadaannya. Namun, pernyataan presiden mengonfirmasi komitmen pemerintah memperkuat pertahanan maritim sekaligus kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana.