Perekonomian Sulawesi Utara tumbuh 5,42 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan, berjalan seiring turunnya angka kemiskinan daerah ke level 6,32 persen. Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan capaian itu tak lepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.
MANADO — Angka kemiskinan di Sulawesi Utara tercatat turun ke 6,32 persen pada Maret 2026, lebih rendah dibandingkan posisi September 2025 yang sebesar 6,62 persen. Capaian ini berjalan paralel dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,42 persen secara year-on-year pada triwulan II 2026.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengatakan progres tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya produk domestik regional bruto (PDRB), tetapi juga dari membaiknya kesejahteraan masyarakat.
PDRB Rp 55,20 Triliun dan Sektor yang Tumbuh Pesat
Nilai PDRB Sulawesi Utara atas dasar harga berlaku mencapai Rp55,20 triliun. Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, PDRB tercatat Rp29,60 triliun.
Lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial menjadi motor pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dengan lonjakan 15,47 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mendominasi dengan pertumbuhan 14,70 persen.
Angka Kemiskinan dan Ketimpangan di Bawah Nasional
Tingkat kemiskinan Sulawesi Utara yang sebesar 6,32 persen itu masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi serupa terjadi pada rasio Gini daerah yang tercatat 0,344 pada Maret 2026, di bawah rasio Gini nasional.
Meski demikian, rasio Gini Sulut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,003 poin dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,341. Angka ini mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di daerah masih relatif rendah, namun perlu diwaspadai pergerakannya.
IPM Sulut 76,32 dan Inflasi Terkendali di 2,53 Persen
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara pada 2025 tercatat 76,32, lebih tinggi dari IPM nasional yang sebesar 75,90. Gubernur menyebut angka itu mencerminkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
“Angka tersebut menjadi bukti bahwa Sulut terus mengalami perbaikan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” katanya di Manado, Minggu.
Perkembangan ekonomi itu terjadi di tengah inflasi tahunan Sulawesi Utara yang terkendali, yakni 2,53 persen pada Juli 2026. Yulius menambahkan, capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang harus dijaga agar manfaatnya makin luas bagi masyarakat.